Showing posts with label Thriller. Show all posts
Showing posts with label Thriller. Show all posts

Monday, July 10, 2023

REVIEW SERIES: THE DIPLOMAT (2023)

Jumlah Episode: 8 (50 menit)

Skor IMDb: 8.0/10 

The Diplomat diawali dengan peristiwa internasional yang mengguncang kedutaanbesar Inggris di mana kapal berbendera Inggris diserang di perairan Timur Tengah. Buntutnya adalah beberapa usaha yang penuh intrik demi mengungkap siapa pelaku sebenarnya serta politik yang melingkupi dibalik peristiwa tersebut.

Serial ini mampu menampilkan hiruk pikuk yang mengikuti tugas di diplomasi yang saling silang sengkarut dengan dunia spionase, seiring dengan adanya negosiasi intens, perebutan kekuasaan dan perubahan kebijakan yang sangat erat kaitannya dengan politik kepentingan.

Serial ini akan susah dipahami bagi orang-orang yang tidak terlalu paham mengenai dunia diplomasi karena setting dan pembicaraan yang amat sangat teknis dan tempo yang cepat. Terlebih seperti di dunia akhir-akhir ini, politik mengenai kawan atau lawan amat sangat abu-abu, semua tergantung kepentingan pihak-pihak terkait.

Selain politik antar-negara, serial ini berusaha membumbui dengan romansa antar beberapa karakter, akan tetapi usaha tersebut membuat fokus serial ini menjadi terganggu dan kesan bahwa kisah romansanya hanya selingan belaka amat sangat kentara.

Sebagai penutup, serial ini sangat menarik bagi penonton yang paham dunia spionase dan diplomasi akan tetapi juga bumbu misteri di balik kejadian terorisme mampu membuat ketegangan serial ini sangat layak ditonton. Serial ini mampu membangun ketegangan lewat dialog-dialog dan adegan yang saling memperkuat plot cerita. Patut disayangkan alur romansanya amat sangat kentara sebagai selingan dan sangat lemah dalam membangun audiens yang lebih luas akan tetapi secara keseluruhan serial ini sangat memuaskan.

Sunday, July 9, 2023

REVIEW SERIES: CELEBRITY (2023)

Jumlah Episode: 12

Skor IMDb: 7.6/10

Drama Celebrity membawa para pemirsa ke dalam dunia influencer yang tak seindah kelihatannya dan penuh tipu daya. Alur cerita dan penampilan para cast yang sangat mendukung membuat serial ini akan membuat kita tidak sabar melanjutkan cerita hingga akhirnya tiba pada episode terakhir.

Park Gyu-young yang berperan sebagai Seo A-ri, karakter utama dalam serial ini mampu menampilkan performa maksimal sebagai influenser yang sangat ambisius dan penuh dendam. Selain itu partnernya yang dilakoni oleh Kang Min-hyuk juga mampu menampilkan pribadi yang misterius serta penuh tipu muslihat. Selain kedua karakter utama, pemeran pendukung juga mampu menampilkan performa yang tak kalah apik. Gabin Society yang bagaikan jelmaan Dajjal juga mampu menimbulkan rasa benci di hati para penonton.

Alur yang maju mundur memberikan tantangan dalam memahami hubungan antar-karakter akan tetapi apabila dipergunakan dengan maksimal justru bisa menjadi kelebihan suatu serial. Alur yang campuran seperti ini justru meningkatkan ketegangan dan membuat semua misteri yang terkuak kian misterius. Salah satu kekurangan justru di episode penutup yang seolah antiklimaks setelah dibangun dengan hati-hati pada episode-episode sebelumuya.


Wednesday, May 13, 2015

REVIEW FILM: THE SCENT (2012)

Durasi: 117 menit
Skor IMDb: 5.9/10

Kali ini ane bakal nyoba ngebahas film Korea yang udah lumayan lama sih rilisnya, 2012 lalu, film ini berjudul The Scent. Ane tertarik nonton film satu ini soalnya ada Lee Kwang-Soo, sosok yang begitu sentral dan naik popularitasnya tidak lain tidak bukan karena 'Running Man', variety show di Korea sono. Film ini bergenre crime thriller semi erotis gitu kalo menurut ane. Jadi di sini Kwang-Soo berperan sebagai Poong, orang aneh yang bekerja sebagai asisten di konsultan perselingkuhan, Poong mengasisteni detektif Kang yang diperankan oleh Park Hee-Soon.

Dari awal film kita sudah dibumbui dengan adegan yang tidak layak untuk ditonton anak di bawah 18 tahun, ketika suara kejadian perselingkuhan diperdengarkan dan di situlah perkenalan penonton dengan detektif Kang serta asistennya, Poong. Perlahan mulai terungkap bahwa detektif Kang memiliki background sebagai polisi dan ia menjalani profesi sebagai konsultan perselingkuhan karena sedang diistirahatkan oleh kepolisian. Entah ada hubungannya dengan pengistirahatan sementara detektif Kang dari kepolisian, ternyata istri Kang merupakan atasan Kang di kepolisian dan kehidupan rumah tangga keduanya pun buruk karena kecurigaan istri Kang akan investigasi-investigasi perselingkuhan yang dilakukan detektif Kang.

Hari-hari terakhir sebelum diaktifkan kembali status detektif Kang sebagai polisi, detektif Kang didatangi seorang wanita muda bernama Kim Soo-Jin yang meminta detektif Kang menyelidiki suaminya (Nam Young-Gil) yang ia curigai berselingkuh dengan wanita lain. Di tengah investigasi, tiba-tiba Kim Soo Jin mencoba merayu detektif Kang, dan tanpa sadar detektif Kang terbangun di samping tubuh Kim Soo-Jin yang tak bernyawa. Detektif Kang yang kebingungan pun mencoba masuk ke kamar sebelah (kamar suami Kim Soo-Jin yang sedang selingkuh) dan mendapati bahwa Nam Young-Gil juga sudah tak bernyawa. Masalah bertambah rumit ketika ternyata orang yang ada di kamar Nam Young-Gil ialah istri Nam Young-Gil yang sah, dan bernama Kim Soo-Jin pula. Sadar bahwa keadaan ini akan memojokkan dirinya, detektif Kang pun mencoba merekayasa TKP dan meyakinkan Kim Soo-Jin yang masih hidup untuk mengikuti perintahnya. Dengan bantuan Poong, detektif Kang membuang semua barang bukti dan mengubur jenazah keduanya.

Ketidakberuntungan kian menaungi detektif Kang, di hari ia kembali ke kepolisian justru Kim Soo-Jin yang semakin gelisah melaporkan kabar hilangnya sang suami ke pihak kepolisian. Investigasi kepolisian pun dimulai. Perlahan mulai terkuak fakta-fakta di balik hilangnya Nam Young-Gil. Seiring dengan investigasi yang kian intens, keamanan Kim Soo-Jin pun kian terdesak. Dengan dalih untuk mengamankan saksi, detektif Kang pun kian lama justru semakin dekat dengan Kim Soo-Jin. Bagaimana kah ujung dari kisah pembunuhan ini? Akankah detektif Kang mampu lepas dari tuduhan yang menimpanya? Bagaimana pula kehidupan rumah tangga detektif Kang setelah Kim Soo-Jin hadir di hidupnya?

Buat kalian yang seneng film crime thriller Korea semacam Midnight FM, Blind, dsb. film ini mungkin gak sebagus dua film tersebut tapi lumayan lah buat bahan tontonan. Selain itu buat kalian yang demen nonton film Korea yang agak seronok, ini film juga ada plus nya kok, mbaknya cakep lagi. Jadi dengan nonton film ini dapet serunya dapet tegangnya juga, hahaha. So, selamat menonton...

Tuesday, April 28, 2015

REVIEW FILM: THE FORGER (2014)

Durasi: 92 menit
Skor IMDb: 5.7/10

Film kedua yang akan gue review adalah film John Travolta yang berjudul The Forger. Siapa sih yang gak kenal John Travolta?? Bahkan namanya pun udah jadi judul album girl band Korea sono, T-ara. Sejumlah film-film brilian pernah dia bintangi, di antaranya ada Pulp Fiction, Saturday Night Fever, dll. Selain film-film brilian ada juga film-film flop yang dia bintangi pula. Nah kalo film yang satu ini bisa dibilang ada di tengah-tengahnya, gak bagus-bagus amat dan gak jelek-jelek banget lah. Di film ini John berperan sebagai Raymond Cutter seorang penipu (dilihat dari judulnya udah ketauan tuh maksudnya apa).

Di permulaan film kita langsung disuguhi adegan Raymond yang duduk di dalam penjara seakan sedang berintrospeksi memikirkan segala kesalahan yang telah ia perbuat selama ini. Setelah beberapa adegan berlalu ternyata Raymond masuk penjara karena pekerjaannya yang berupa pencuri serta pemalsu karya seni. Di kala masa tahanannya kurang 10 bulan lagi, tawaran 'pekerjaan' justru datang menghampirinya dengan iming-iming bebas lebih cepat. Orang yang menawari Raymond 'pekerjaan' ini ialah Kragen (Anson Mount), orang yang sama yang menyebabkan Raymond dipenjara. Tawaran Kragen tentu tidak mudah, Kragen meminta Raymond untuk melakukan 'pekerjaan' terakhir yaitu memalsukan lukisan Monet yang berjudul "The Promenade, Woman with a Parasol" lalu masuk ke museum dan menukarkan lukisan asli dengan yang palsu buatan Raymond. Keadaan semakin runyam karena agen DEA telah mengikuti gerak gerik Raymond.

Meskipun resiko yang menanti cukup besar, akan tetapi Raymond tetap mengiyakan tawaran Kragen karena ia ingin lebih cepat keluar dari penjara agar bisa bersama dengan anak sematawayangnya Will (Tye Sheridan). Lambat laun diketahui bahwa Will mengidap tumor otak yang sangat akut dan tidak bisa disembuhkan sehingga Raymond pun berusaha tetap ada di sisi Will agar dapat mengabulkan permintaan-permintaan Will. Dapatkah Raymond menyelesaikan 'pekerjaan' terakhirnya? Akankah Raymond dapat keluar tepat waktu untuk mendampingi anaknya??

Film ini berusaha memadukan dua jenis tema yaitu tema kriminal serta tema penguras air mata, akan tetapi eksekusinya kurang matang dikarenakan emosi yang terbangun tidak tersampaikan pada para penikmat serta originalitas yang minim. Dan pada akhirnya film ini hanya akan menjadi film John Travolta lain yang mudah dilupakan...

REVIEW FILM: THE LAZARUS EFFECT (2015)

Durasi: 83 menit
Skor IMDb: 5.2/10

Setelah lama menghilang dari peredaran, kini akhirnya gue kembali dengan film Hollywood lain bertema horror thriller yaitu The Lazarus Effect. Entah kenapa akhir-akhir ini gue jadi lebih sering mbahas film horror nih, ati2 ntar parno sendiri..hiii... Dari daftar cast sih cuma dikit bintang yang terkenal, malah kalo sepengetahuan gue cuman mbak Olivia Wilde doang tuh yang kece, yang lain kagak pernah denger dah namanye. Mbak Olivia Wilde di film ini berperan sebagai Zoe istri dari seorang ilmuwan bernama Frank (Mark Duplass).

Frank dan Zoe, bersama rekan-rekannya sesama ilmuwan muda mencoba meneliti tentang menghidupkan kembali makhluk hidup. Sekilas dari ide ceritanya akan mengingatkan kita pada film lain semacam Frankenstein, dsb. yang juga bercerita tentang menghidupkan kembali makhluk hidup yang telah mati. Sekelompok ilmuwan ini mencoba ide utama tadi dengan membuat semacam serum yang nantinya dapat mengembalikan fungsi otak yang sudah mati, sehingga nantinya mampu berguna baik untuk pasien koma maupun yang telah meninggal sekalipun.

Percobaan mereka pun berhasil ketika serum tersebut disuntikkan ke seekor anjing yang telah mati. Namun, lama kelamaan mereka menyadari bahwa apa yang dihidupkan kembali tidak lagi sama dengan anjing biasa. Situasi berubah runyam ketika sebuah perusahaan besar menutup penelitian mereka. Frank dan Zoe pun mencari cara agar hasil penelitian mereka tidak sia-sia begitu saja.

Situasi semakin pelik karena seperti yang terjadi pada anjing percobaan tadi, apa yang dibangkitkan dengan serum tersebut akan jauh berbeda dari kondisi sebelumnya. Bagaimana perjuangan ilmuwan-ilmuwan tersebut menghadapi makhluk-makhluk aneh ini? Akankah mereka semua selamat?

Seperti yang bisa dilihat dari rating IMDb, film yang berbudget rendah ini tampaknya tidak cukup memuaskan penontonnya. Situasi menegangkan hanya terjadi di paruh awal film, sedangkan di setengah akhir mulai mudah ditebak. Tapi buat yang pengen nonton mbak Olivia Wilde sih silakan ditonton, happy watching!!

Monday, January 19, 2015

REVIEW FILM: THE SWIMMERS (2014)

Durasi: 116 menit
Skor IMDb: 5.9/10

Baru sekarang gue sadari, ternyata film horror yang gue review baru sedikit. Berhubung gue bukan penggemar horror jadinya emang gue jarang-jarang sih nontonnya. Bukan gara-gara takut sih, kalo nontonnya aja berani, tapi after effect nya itu lho, jadi parno sendiri entar, hehe. Selain itu, kebanyakan film horror agak nggak logis aja sih, jadi semacam meniadakan logika gitu. Tapi baru-baru ini gue nonton film horror dari biangnya film horror, Thailand yang berjudul The Swimmer. Sebenernya gue udah sering ketemu ni film di warnet-warnet sih, tp baru kemarin sempet nonton, itupun gara-gara bareng-bareng nonton sama temen. Cast-nya gue kagak ada yang kenal, tapi pemeran ceweknya, Ice, cakep tuh, Mint juga cakep sih tapi agak tua gitu mukanya.

Jadi The Swimmer itu bercerita tentang romansa segitiga antara dua sahabat karib Perth dan Tan yang memperebutkan cinta Ice. Kenapa judulnya The Swimmer, karena  kisah ketiga insan manusia itu teradi di sebuah ekskul renang SMA di Thailand. Di awal film kita sudah dihadapkan pada adegan yang menegagkan ketika Perth flashback ke masa di mana ia dan Tan serta Ice bermain-main di kolam renang sekolah. Seketika suasana berubah gloomy dan adegan berpindah ke saat-saat Ice bunuh diri juga di kolam renang sekolah tersebut.

Seiring berjalannya waktu, alur film menceritakan kisah mereka bertiga. Ternyata Ice adalah pacar dari Tan, akan tetapi sejak dulu Perth pun telah menyukai Ice. Semacam kisah klise cinta monyet gitu deh. Sejak kematian Ice, Tan yang merupakan jawara renang di SMA tersebut memutuskan vakum untuk mencaritahu penyebab utama kejadian itu. Perth yang sejatinya masih di bawah Tan dalam hal renang pun kini menjelma menjadi yang teratas di SMA-nya. Selidik punya selidik (aduh bahasa apa ini), ternyata sebelum Ice bunuh diri, ia telah hamil terlebih dahulu. Maka Tan pun berusaha mencari tahu lelaki jalang yang telah menghamili pacarnya.

Perth yang tahu kebenaran sejati bunuh diri tersebut pun memilih bungkam dan menuduh orang lain pelakunya. Selagi berkelit, Perth juga mencoba menghapus semua bukti-bukti yang mengarah ke dia. Dalam tahap inilah, arwah Ice mulai menggentayangi kehidupan Perth. Di rumah Perth, di rumah Ice, di sekolah, di semua tempat selalu ada kejadian yang menegangkan. Momen paling menjijikkan (menakutkan?) adalah ketika Perth menyelinap ke rumah Ice dan menemukan ibunya Ice telah memutuskan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Perlahan fakta-fakta terkuak seiring dengan kejelian analisis Tan dan pengakuan Mint, pacar Perth.

Akankah Tan mampu menguak penyebab kematian Ice sebenarnya? Bagaimana akhir dari kisah cinta segitiga anak SMA ini? Buat kalian yag senang film-film yang abai logika dan hanya menuntut adrenalin tinggi, film ini cocok buat kalian. Bisa dibilang gak ada pesan moral yang bisa diambil dari film ini (duh spoiler). Silakan download buat yang mau nonton. Selamat menyaksikan

Friday, January 16, 2015

REVIEW FILM: THE WAVE (2008)

Durasi: 107 menit
Skor IMDb: 7.6/10

Buat nambah-nambah referensi dan sudut pandang akan skena film dunia (sok2an amat dah), gue coba nonton film Eropa yang ratingnya lumayan tinggi di IMDb, The Wave salah satunya. Film ini produksi dari Jerman, kayaknya ini film Jerman pertama yang gue tonton dan hasilnya not bad lah, ada sisi bagus dan sisi jeleknya. Secara umum seperi di kebanyakan film, kalo ada rebel pasti selalu diselingi cewek cakep, nah di sini juga gitu tuh, plotnya masih sama.

Film ini bercerita tentang kehidupan siswa SMA di Jerman dan pola pikir bangsa Jerman pasca NAZI, persatuan Jerman Barat dan Jerman Timur dan hal-hal berbau ideologis lainnya. Rainer Wenger adalah seorang guru di sebuah SMA di Jerman. Dari awal kita sudah digiring opini bahwa Rainer adalah seorang guru yang berbeda dibanding yang lain. Ketika yang lain mengenakan kemeja sebagai dress code mengajar, maka ia datang dengan kaos padahal bukan sesi olahraga. Ia diharuskan membuktikan kapasitas mengajarnya karena guru-guru lain tidak simpatik kepadanya dikarenakan ulah slengean-nya. 

Sistem pendidikan di Jermanyang berbeda dengan Indonesia tampak jelas pada film ini. Di tingkat SMA saja terdapat sebuah kelas pilihan bagi siswa yang tertarik akan suatu topik tertentu. Rainer yang mendapat tanggung jawab mengampu topik autokrasi, berusaha membuktikan kapasitasnya dengan cara ajar yang nyeleneh. Buat yang belum tau apa itu autokrasi cek sendiri di wikipedia yah. Jadi intinya di kelas autokrasi, Reiner justru mengembangkan paham fasis yang telah lama dihapuskan dari Jerman. Para siswa yang tadinya kurang ngeh dengan ideologi ini lama kelamaan mulai nyaman dan justru semakin larut dalam komunitas ini.The Wave, yang aslinya hanya nama kelas autokrasi berubah menjadi sebuah gerakan, yah semacam geng-geng anak SMA di Indonesia gitu lah. Seorang siswa yang sangat terdoktrin ajaran ini malah semakin bertindak ekstrim dengan membeli pistol, serta mengagung-agungkan Rainer. 

Rainer pun akhirnya sadar bahwa materi yang ia sampaikan telah terlalu jauh diimplementasikan para murid-muridnya. Akankah ia bisa mengembalikan keadaan seperti semula? Atau akankah The Wave bergerak menjadi poros politik baru? Film ini lumayan ringan dinikmati dan mungkin bisa jadi acuan temen-temen yang mempelajari ilmu politik. Politiknya dapet, dramanya dapet, thrillernya juga lumayan lah walau di akhir-akhir doang. Selamat menyaksikan... :)

Thursday, January 8, 2015

REVIEW FILM: TAKEN 3 (2015)

Durasi: 109 menit
Skor IMDb: 7.8/10

Liam Neeson merupakan sebuah anomali bagi film Hollywood (menurut gue). Bisa dibilang dari segi perawakannya, doi gak cocok buat main film action, apalagi jadi agen2 CIA atau FBI kayaknya kagak pas aja gitu. Tapi entah kenapa dibalik perawakannya itu, kalo doi main film action hampir semuanya bagus, coba aja tonton Taken, Taken 2, dan Non-Stop. Film Taken 3 ini kelanjutan dari serial sebelumnya, walaupun belum sempet gue review di blog ini, tapi bisa dibilang ini adalah film action berjilid yang paling gue tunggu-tunggu kelanjutannya.

Masih seperti dua edisi sebelumnya, Liam di film ini berperan sebagai Bryan Mills seorang pensiunan agen CIA yang kini hidup bersama anaknya, setelah ia bercerai dengan istrinya, Lenore (Famke Janssen). Di usianya yang udah menginjak 62 tahun, Liam tetap berperan sebagai seorang 'tough guy' pada diri Bryan Mills. Berkat latar belakangnya yang mantan CIA bisa ditebak sendiri lah kemampuan bela diri dan etika bertarungnya bakal sehebat apa. Prioritas utama dalam hidup Bryan adalah keselamatan anaknya, Kim (Maggie Grace) dan mantan istrinya, Lenore, maka ketika ada orang yang mengusik salah satu atau bahkan keduanya, maka Bryan tak akan segan-segan untuk menghadapi masalah tersebut seperti pada dua edisi Taken sebelumnya.

Pada edisi ketiga ini situasi lebih pelik dihadapkan pada Bryan. Bryan yang memilih untuk hidup tenang dengan anaknya, Kim dihadapkan pada mantan istrinya yang sedang memiliki masalah dengan suami barunya, Stuart (Dougray Scott). Pada suatu sore, Lenore ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di rumah Bryan, fakta-fakta yang didapatkan kepolisian menyudutkan Bryan sebagai tersangka pembunuh mantan istrinya. Bryan pun diharuskan menuntaskan dua masalah sekaligus, menyingkap pembunuh istrinya yang sebenarnya serta menghindari kejaran polisi Los Angeles.

Mampukah bryan menghadapi ini semua? Akankah Bryan mampu membalaskan dendam terhadap pembunuh mantan istrinya? Buat kalian yang udah ngikutin Taken dari pertama, jangan terlalu berharap banyak akan cerita yang nyambung dari edisi terdahulu, karena film ini gak ada sangkut pautnya dari yang kemarin-kemarin, walau di IMDb dapet rating bagus, tapi nyatanya dari situs film lain banyak yang ngasih review miring. Tapi tonton aja dulu dah, keren kayaknya..

Wednesday, January 7, 2015

REVIEW FILM: ZULU (2013)

Durasi: 110 menit
Skor IMDb: 6.7/10

Film Bahasa Inggris buatan Prancis ini memajang deretan artis kenamaan yang biasa malang melintang di film-film Hollywood. Di antaranya ada Forest Whitaker dan Orlando Bloom. Forest Whitaker di film ini memerankan Ali Sokhela, seorang polisi dengan pangkat kapten di unit kriminal kepolisian Afrika Selatan. Orlando Bloom memerankan Brian Epkeen, seorang detektif sekaligus ayah dan suami yang gagal.

Film ini menceritakan Afrika Selatan setelah hilangnya politik Apartheid. Dalam film ini dikisahkan Afrika Selatan sebagai pusat dari merebaknya narkoba jenis baru yang dinamakan tik. Selain membuat kecanduan, ternyata narkoba ini dapat menyebabkan penggunanya menjadi bersikap agresif (sangat agresif bahkan) dan nantinya akan saling membunuh satu sama lain. 

Di suatu malam ditemukan sesosok mayat yang ternyata merupakan anak seorang pelatih rugbi ternama. Ali yang ditugaskan dalam kasus ini pun menginvestigasi dengan bantuan Brian serta Dan Fletcher (Conrad Kemp). Bukti-bukti yang ditemukan mengindikasikan kaitan erat antara kasus ini dengan narkoba terbaru, tik tadi. Mereka pun mulai memburu gembong narkoba yang bertanggungjawab terhadap penyebaran tik ke Afrika Selatan. Fakta yang didapatkan pun sungguh pedih karena ternyata sasaran utama narkoba ini ialah anak-anak kulit hitam dengan tujuan sebagai senjata pemusnah massal yang digagas oleh Professor Opperman.

Semakin dalam Ali terjerumus dalam kasus ini, semakin dalam pula masa lalu Ali terkuak. Politik Apartheid, kebencian kaum kulit hitam terhadap kulit putih di Afrika Selatan menjadi akar dibangunnya plot dalam film ini. Buat kalian yang demen nonton film sambil nungguin adegan esek2, di film ini ada bejibun tuh, maklum lah namanya juga film Prancis. Dan tambahan juga, film yang diadaptasi dari novel kriminal terbaik Prancis tahun 2008 ini juga dapet kehormatan jadi film penutup di festival film Cannes 2013. So, tunggu apalagi, keren banget pasti nih film, happy watching guys..

Tuesday, December 30, 2014

REVIEW FILM: THE EQUALIZER (2014)

Durasi: 132 menit
Skor IMDb: 7.3/10

 Salah satu film terbaik yang gue tonton tahun ini ialah The Equalizer. Mungkin sedikit sumir untuk berpendapat seperti itu. Orang-orang boleh beranggapan gue subjektif atau gimana tapi emang kalo buat orang yang hobi nonton flm action emang ini bakalan jadi film favorit tahun ini. Selain karena faktor cerita yang emang bagus, akting dari Denzel Washington emang yang bakalan jadi faktor penunjang di sini. Pemeran antagonisnya pun juga sangat meyakinkan, salut untuk Martin Csokas, walaupun gue baru nonton film dia sekali ini. Ada faktor lain yang bikin gue demen ama film satu ini, ada Chloe Grace Moretz bro, mbak cantik pujaan para remaja ini di sini berperan jadi hooker lagi, kurang nantang gimana coba.

Film ini bercertita tentang McCall (Denzel Washington), seorang pria yang di awal film bakal kita kira orang biasa. Dia hidup sendirian dan bekerja sebagai salah satu karyawan di sebuah supermarket. Rekan kerjanya di supermarket sedikit penasaran dengan masa lalu McCall karena mereka cukup takjub dengan kemampuan McCall yang baik meskipun dari segi usia ia tampak sudah tidak muda lagi. Apabila siang ia bekerja, di malam hari McCall biasa menghabiskan waktu dengan nongkrong di sebuah kafe dan membaca buku. Ia mempunyai obsesi untuk membaca 100 buku, sebuah obsesi yang merupakan warisan dari mendiang istrinya. Di kafe tersebut ia biasa bertemu dan berinteraksi dengan Teri atau Alina (Chloe Grace Moretz), seorang pramuria yang masih muda dan memiliki paras menawan (ahai).

Pada suatu malam, hal buruk terjadi pada Teri, ia harus melayani pelanggan yang sangat kasar, dan Teri pun terpaksa memukul pelanggan tersebut. Mengetahui hal tersebut, mucikarinya (Slavin) pun murka dan mencari Teri, ia lalu menyiksa Teri hingga menghasilkan luka lebam di muka dan memar yang sangat menyedihkan. McCall mengetahui fakta tersebut ketika di malam selanjutnya ia tak lagi bertemu Teri di kafe tersebut. Untuk membebaskan Teri dari cengkeraman mafia tersebut McCall pun memberanikan diri datang ke markas New York mafia Rusia tersebut. Di sana, McCall yang berusaha menyelesaikan masalah tersebut dengan damai justru mendapat perlakuan yang tidak semestinya dari para mafia itu, dengan terpaksa McCall menghabisi mafia tersebut. Mengetahui terdapat masalah di New York, organisasi mafia yang dipimpin Pushkin itu mencoba membereskan masalah ini dengan mengirim Teddy (Martin Csokas) ke New York. Dari investigasi yang dilakukan para mafia terkuaklah bahwa McCall adalah dalang kekacauan ini.

Akankah McCall mampu membawa kedamaian bagi New York? Apa sih kemampuan Teddy sehingga ia yang diutus ke New York? Saksikan film yang udah rilis dari September kemarin dengan download legal maupun ilegal, hehe. Sebenernya ceritanya bagus sih, tapi kalo dari segi logika mungkin ada banyak hal yang bisa diperdebatkan, termasuk kemampuan satu orang yang bisa mengalahkan sebuah organisasi itu dari mana logisnya? Namanya juga film,, Hollywood lagi..


Wednesday, December 24, 2014

REVIEW FILM: I SAW THE DEVIL (2010)

Durasi: 141 menit
Skor IMDb: 7.8/10

I Saw The Devil sebenernya udah rilis dari tahun 2010 lalu, tapi baru sempet gue tonton di pertengahan tahun 2014 ini karena awalnya gue kira ini film horor. Buat kaum awam yang belum tahu banyak tentang film Korea past juga bakal sepemikiran sama gue, 'dari judulnya kalo udah ada Devil-nya pasti horor nih'. Dan ternyata gue salah, ternyata film ini merupakan film thriller yang nyerempet ke gore (nyerempetnya banyak sih). Buat kalian yang udah sempet nonton Oldboy (2003) atau Lucy (2014) pasti udah familiar sama pemeran utama di film ini, dia tidak lain adalah Choi Min-sik. Di film ini, Choi Min-sik berperan sebagai Kyung-chul seorang psikopat yang bekerja sebagai sopir antarjemput anak sekolah dan lawan main dia di film ini adalah Lee Byung-hun yang berperan sebagai agen NIS, Soo-hyun.

Dari permulaan film kita sudah akan dibawa ke sebuah adegan yang sangat mendebarkan. Seorang wanita (Joo-yun) mengalami ban bocor di kondisi hujan salju yang sangat lebat (Joo-yun adalah tunangan Soo-hyun). Kyung-chul yang kebetulan lewat di dekat posisi mobil wanita itu berusaha menawarkan bantuan, ketika Joo-yun terperdaya, Kyung-chul langsung menyekap dan nantinya memutilasi Joo-yun. Soo-hyun yang kebingungan pun mencoba mencari kabar tunangannya, hingga di suatu pagi seorang anak muda menemukan potongan telinga Joo-yun dan mulai tersibak bahwa Joo-yun telah menjadi korban mutilasi.

Soo-hyun yag tidak terima dengan kematian tragis tunangannya mencoba untuk membalaskan dendam dengan mencari pelaku pembunuh istrinya. Beruntung bagi Soo-hyun, atasannya di kepolisian menyediakan informasi mengenai kemungkinan tersangka yang berjumlah empat orang. Kyung-chul termasuk ke dalam empat orang tersangka tersebut. Soo-hyun pun memulai investigasinya dan sampailah ia di rumah Kyung-chul. Di dalam rumah Kyung-chul ia menemukan perhiasan milik korban mutilasi terdahulu, dan ia juga menemukan cincin tunangan milik Joo-yun. Agar tidak kehilangan jejak Kyung-chul, Soo-hyun pun memasang penyadap pada bis antarjemput Kyung-chul.

Dapatkah Soo-hyun membalaskan dendam atas kematian Joo-yun? Perilaku sadis apalagi yang akan kita dapatkan dari film ini?  Buat kalian yang demen film-film sadis thriller, kayaknya belum afdol kalo kalian belum nonton I Saw The Devil, materpiece Korea gitu loh, jadi segera cari ya di forum-forum terdekat..

Saturday, December 6, 2014

REVIEW FILM: MIDNIGHT FM [2010]

Durasi: 106 menit
Skor IMDb: 6.7/10

Sepanjang ane nulis di blog ini, biasanya film yang ane tonton selalu berdasarkan rekomendasi orang-orang, entah temen ane, entah forum-forum di internet. Nah, film yang satu ini bukan salah satunya. Midnight FM ini ane tonton pure coincidence, waktu lagi di warnet bingung mau kopi film apaan, adanya ini doang, yaudah deh, daripada kagak ada. Tapi pure coincidence tadi sepertinya jadi blesing in disguise juga sih, dan Midnight FM jadi salah satu film thriller Korea yang sangat saya rekomendasikan. Entah kenapa, orang Korea jago banget bikin film thriller tentang orang-orang psycho, Midnight FM salah satunya.

Film Midnight FM berkisah mengenai kehidupan seorang pembaca berita ternama Sun-young (Soo-ae). Karirnya sempat menanjak ketika ia berhasil menjadi pembawa berita di TV, namun pada akhirnya ia harus berakhir kembali sebagai penyiar radio tengah malam. Sebuah latar yang mengingatkan pula pada film The Terror Live (2013). Sun-young yang memutuskan untuk vakum sementara dari dunia penyiaran karena menemani anaknya (Eun-soo) berobat di AS bersiap untuk siaran radio terakhirnya sekaligus perpisahan dengan para pendengar setianya.

Di waktu yang sama, di rumah Sun-young, Eun-soo yang sakit (tidak bisa bicara) tidur ditemani bibinya (Ah-young). Ketika Ah-young sedang sibuk mendengarkan musik melalui headphone, seorang psikopat (Dong-su) masuk ke dalam rumah dan menyekap Ah-young. Eun-soo yang menyadari hal itu pun mencoba bersembunyi. Dong-su yang kebingungan pun mulai melakukan teror dengan menelepon Sun-young dan memaksa menuruti segala permintaannya dengan ancaman nyawa Ah-young. Untuk membuktikan bahwa ancamannya bukan sekedar gertakan belaka, Dong-su pun mulai menyiksa Ah-young sedikit demi sedikit.

Sun-young yang perlahan panik mulai mencoba menata kembali kesadarannya dan berpikir jalan keluar dari masalah ini. Ia pun memutuskan untuk siaran dari mobil untuk menjemput anaknya. Di lain pihak, latar belakang Dong-su pun mulai terkuak. Ternyata ia merupakan pembunuh berantai yang terinspirasi dari semua siaran Sun-young yang telah lalu dan menganggap mereka berdua adalah partner in crime.

Akan seperti apa kelangsungan kehidupan Sun-young? Dapatkah ia keluar dari teror ini? Segera aja download nih film di forum-forum terdekat, gak nyesel dah 

Friday, January 24, 2014

REVIEW FILM: CONFESSIONS [2010]

Durasi: 106 menit
Skor IMDb: 7.9/10

Confessions, film Jepang yang rilis tahun 2010 ini menarik perhatian gue pas nyari-nyari di forum tentang film Asia yang memorable. Film bergenre drama misteri ini dibintangi oleh bintang film Jepang (pastinya lah) yang baru pertama ini gue denger namanya. Dalam penyampaiannya, film ini cukup unik karena mengandalkan narator yang berbeda, tergantung siapa yang sedang confess ceritanya. Awalnya gue kira ini film semacam omnibus gitu tapi ternyata kagak. Film ini diangkat dari sebuah novel yang udah menerima penghargaan di jepang sono, so pasti worth to watch nih harusnya..

Yuko Moriguchi (Takako Matsu) ialah seorang guru SMA yang akan segera resign dari SMA tempatnya mengajar. Dia adalah guru wali dari suatu kelas yang kelihatannya gak menghargai dia. Di hari terakhir dia mengajar, ia melakukan pengakuan di hadapan muridnya. Dia kerap membawa anaknya yang masih kecil ke SMA karena ayah kandung Manami (anaknya) terkena virus HIV. Pada suatu hari sepulangnya mengajar, Yuko menjemput anaknya di ruangan tempat ia dititipkan tetapi Manami tidak di sana. Setelah dicari keliling sekolah, ternyata Manami tenggelam di kolam renang SMA tersebut. Yuko kemudian melanjutkan pengakuannya bahwa ternyata kematian anaknya bukanlah kecelakaan melainkan ulah dari dua murid di kelas tersebut. Yuko mengetahuinya karena ia menemukan sebuah dompet yang telah dimodifikasi oleh muridnya, Shuuya. Shuuya tidak sendirian karena ia ditemani Naoki ketika melakukan kejahatan tersebut.

Karena hukum di Jepang yang mengatakan seorang anak remaja tidak bisa ditahan atas kejahatan apapun, maka menyerahkan ke polisi tidak akan mampu membalaskan dendam Yuko. Maka dalam membalaskan dendam, Yuko mengancam keduanya dengan memasukkan virus HIV ke dalam susu kemasan yang diminum keduanya. Kelanjutan cerita pada film ini pun campuran antara keadaan setelah pengakuan Yuko dan kejadian sebelum pengakuan Yuko yang ditampilkan dalam narasi oleh Yuko dan ketiga muridnya.

Setalah pengakuan itu, Naoki menjadi seorang yang penyendiri dan tidak pernah datang ke sekolah lagi. Sedangkan di lain pihak, Shuuya tetap datang ke sekolah meskipun dengan konsekuensi bullying yang harus diterimanya setiap hari. Ketika hasil tes HIV Shuuya keluar dan hasilnya negatif, Shuuya pun mulai bertindak melawan bully yang diterimanya di sekolah. Pada narasi selanjutnya, terbongkarlah alasan Shuuya sangat terobsesi untuk menemukan alat-alat kreatif ialah untuk membuktikan kepada ibunya yang pergi meninggalkannya bahwa ia bisa berkarya. Semua hasil temuannya ia upload ke dalam websitenya. Dan dengan adanya website itu pula, Yuko bisa mengintai Shuuya untuk kemudian membalas dendam atas kematian anaknya..

Akankah dendam Yuko terbayar? Bisakah Shuuya membuktikan kemampuannya pada ibunya? Bagaimana pula kelanjutan kehidupan Naoki? Segeralah cari nih film di warnet-warnet dan forum-forum terdekat. Sebuah film yang bagus dengan intrik-intriknya tersendiri. Selamat menyaksikan..


Friday, August 16, 2013

REVIEW FILM: THE CALL (2013)

Durasi: 94 menit
Skor IMDb: 6.6/10

Kali ini saya akan membahas film yang masih hangat dan barusan diputar di bioskop Jogja, The Call. Film ini dibintangi Halle Berry dan Abigail Breslin, kalo nama pertama pasti udah pada kenal lah ya, nah yang nama kedua ini saya juga baru pertama kali liat, cuman sedep aja diliat jadi cantumin aja dah. Genre film ini ialah thriller, yang sedikit bertemakan crime juga.

Jordan Turner (Halle Berry) ialah seorang operator telepon 911 yang sudah bisa dibilang senior. Dapat kita lihat betapa matang dan tenangnya ia ketika mendapat panggilan telepon dari seseorang yang panik. Pada suatu saat ia menerima telepon dari seorang gadis muda, Leah Templeton yang curiga ada seseorang membobol rumahnya. Dengan tenang Jordan menyuruh anak itu untuk naik ke lantai dua dan mengurung diri di kamarnya. Sial bagi Leah karena pintu kamarnya tidak bisa dikunci. Jordan dengan cerdiknya menyuruh Leah menjatuhkan sandalnya ke halaman sementara Leah bersembunyi di bawah kasur. Strategi itu awalnya berhasil mengelabui sang pembobol, akan tetapi ketika tiba-tiba teleponnya terputus, Jordan memutuskan untuk menelepon kembali Leah, mendengar dering telepon, sang pembobol naik lagi ke kamar dan menarik Leah dari persembunyiannya. Jordan yang berada di ujung telepon bersama sang pembobol rumah mencoba meyakinkan agar tidak menyakiti anak tersebut namun sang pembobol justru berkata, "It's already done", lalu menutup teleponnya. Beberapa hari kemudian ada berita di tv tentang mayat Leah yang ditemukan telah dikubur di suatu tempat. Jordan yang merasa bersalah tidak bisa melanjutkan karirnya lagi sebagai operator 911. Sebuah awal yang bagus memaksa kita untuk terus menyimak film yang satu ini.

Enam bulan berlalu, Jordan beralih karir sebagai trainer untuk para operator 911 baru. Di saat bersamaan, seorang remaja pirang Casey Welson (Abigail Breslin) diculik dari sebuah mall setelah ia ditinggal temannya Autumn yang pulang lebih dulu. Ia diculik di parkiran mall dan dimasukkan dalam bagasi mobil. Casey beruntung karena ia masih memegang hp temannya ketika hp-nya sendiri dihancurkan sang penculik. Karena hp yang digunakan ialah prabayar, maka ketika ia menelepon 911 tidak ada data lokasi GPS yang ditemukan. Pada awalnya Brooke (Jenna Lamia) operator baru yang menerima telepon tersebut, akan tetapi Jordan yang mendengar sekilas langsung mengambilalih karena Brooke tak bisa menghadapinya.Jordan menguatkan Casey untuk terus berjuang dan menuntunnya untuk menyelamatkan diri, termasuk dengan menjebol lampu belakang serta menumpahkan cat ke jalanan. Di perjalanan, banyak orang yang mati demi menyelamatkan nyawa Casey. Akan seperti apa akhir dari kasus penculikan ini? Akankah trauma Jordan mampu sirna dan membimbingnya menyelamatkan Casey? Yang belum nonton film ini buruan nonton deh, buat seru-seruan aja cocok nih film.

Friday, August 9, 2013

REVIEW FILM: THE CONJURING (2013)

Durasi: 112 menit
Skor IMDb: 7.8/10

The Conjuring adalah film horor yang banyak orang menyebutnya yang paling seram dalam 2 tahun terakhir setelah Insidious pada tahun 2011 lalu. Film ini terinspirasi oleh pengalaman paranormal Ed dan Lorraine Warren (Patrick Wilson dan Vera Farmiga) ketika sedang melakukan investigasi kejadian janggal di rumah keluarga Perron di Rhode Island pada tahun 1971 lalu.

Pada 1971 keluarga Perron pindah ke sebuah rumah tua di kawasan pedesaan di Rhode Island. Kehidupan mereka di awal kepindahan masih berjalan normal, meskipun ada sedikit kejanggalan ketika anjing peliharaan mereka tidak mau masuk ke dalam rumah serta kejanggalan lain ketika sang anak menemukan jalan ke loteng yang ditutup. Keesokan paginya kejanggalan lain muncul di saat Carolyn (ibu) terbangun dengan memar dan mereka menemukan anjing mereka dalam keadaan mati. Kejanggalan memuncak pada suatu malam ketika Carolyn ditinggal suaminya ke luar kota. Carolyn yang terperangkap di loteng melihat arwah wanita tua menyerag anaknya.

Keluarga Perron memutuskan untuk memanggil paranormal Ed dan Lorraine Warren guna mencari solusi perihal masalah mereka. Setelah diinvestigasi, Ed dan Lorraine memutuskan bahwa rumah tersebut membutuhkan pengusiran setan, akan tetapi bukti-bukti yang didapatkan belum cukup meyakinkan sehingga keduanya mengulik lagi sejarah rumah tersebut. Ternyata dulu rumah tersebut pernah dimiliki oleh penyihir bernama Bathsheba yang mencoba mengorbankan anaknya dan kemudian bunuh diri setelah mengutuk semua orang yang ingin mengambil alih tanahnya. Tanah yang dulunya begitu luas kemudian dibagi menjadi bagian-bagian kecil, di daerah-daerah lain hasil pembagian tanah tersebut ternyata banyak ditemukan pembunuhan serta bunh diri yang menunjukkan bahwa kutukan Bathsheba terwujud nyata.

Ketika Ed dan Lorraine kembali ke rumah misterius tadi untuk mengumpulkan bukti lebih banyak, salah satu anak dari keluarga Perron ngelindur ke kamar kakaknya dan menemukan jalan rahasia. Lorraine mencoba masuk ke jalan tersebut dan terjatuh hingga ke loteng. Ia menyaksikan arwah-arwah yang dulu pernah dirasuki Bathsheba, semuanya ialah ibu yang dirasuki guna membunuh anaknya sendiri.

Bagaimana hasil investigasi tersebut berujung? Akankah seseorang dikorbankan demi Bathsheba? Saksikan film horor ini makanya..

Sunday, December 30, 2012

REVIEW FILM: THE EXPENDABLES 2 (2012)

Durasi: 102 menit
Skor IMDb: 7/10


The Expendables datang kembali. Seperti filmnya terdahulu, The Expendables 2 menyajikan banyak bintang film action yang bisa dibilang merupakan 'the best' di jamannya masing-masing. Dari sekian bintang film laga yang tampil, mungkin Jason Statham lah yang paling gue idolai. Tapi sayang di film ini masih ada bitang film action yang belum terrangkul, salah satunya adalah the one and only Jackie Chan. Seandainya Jackie ikut main, bukan main jadinya film ini.

Film sekuel ini diawali dengan upaya pembebasan seorang China (sepertinya jutawan) di sebuah pulau. Dengan berbagai senjata dan mobil besar, The Expendables menerobos masuk ke markas musuh dan berupaya membebaskan orang tersebut. Tanpa disangka di sana mereka bertemu dengan seorang tawanan yang juga berambisi membebaskan orang China itu, Trench (Arnold Schwarzenegger). Setelah berhasil membebaskan diri dari markas, mereka kabur dari pulau dengan menggunakan pesawat.

Sang pemimpin tim, Barney (Stallone), mendapat misi kedua dari Church (Bruce Willis) sebagai ganti atas hutang yang pernah ia buat. Misi kedua adalah mengambil sebuah data yang tersimpan dalam pesawat yang baru saja jatuh di China. Sepintas misi ini terlihat gampang, namun tidak begitu kenyataannya. Tim Barney ternyata tak sendirian mengejar data tersebut, ada gangguan dari tim Vilain (Van Damme). Setelah mengetahui isi data tersebut adalah peta letak cadangan plutonium dan untuk membalas kematian Billy (Liam Hemsworth), Barney dkk pun mengejar tim Vilain hingga ke tengah-tengah markasnya. Apakah dendam itu terbayarkan? Akankah plutonium jatuh ke orang-orang jahat? Sepertinya tidak, namanya juga film action..

REVIEW FILM: SILENT HILL: REVELATION

Durasi: 94 menit
Skor IMDb: 5.9/10

Ini nih genre film yang jarang gue tonton, bukan karena takut ato gimana ya, tapi film-film macem ni gak bakal nambah ilmu apa-apa menurut gue, jadi why bother?? Bisa dibilang nonton Silent Hill Revelation di bioskop adalah salah satu kesalahan terbesar gue di 2012. Gimana bisa? Bisa lah, niat hati pengin macu adrenalin liat film yang banyak adegan mengerikan, eh malah yang ada gue ketiduran setengah jam di bioskop. Entah kenapa film yang satu ini kurang bisa dicerna oleh gue most of all.

Di film ini kita akan mendapatkan cerita tentang Heather Mason dan ayahnya yang selama hidupnya selalu dalam pelarian. Mereka melarikan diri dari sebuah kekuatan berbahaya yang mereka tidak sepenuhnya mengerti (mereka aja gak ngerti, apalagi yg nonton?). Pada malam ulang tahunnya yang ke-18, ia terbangun oleh mimpinya yang mengerikan. Ketika ia kembali ke rumah, ia mendapati bahwa ayahnya telah menghilang, entah dibawa pergi siapa. Heather sadar bahwa dia bukanlah dirinya yang ia kenal selama ini. Ia mengikuti petunjuk yang pada akhirnya membawanya ke sebuah kota bernama Silent Hill. Di kota yang penuh aura setan ini ia terancam akan terperangkap di sana selamanya. Kelanjutan ceritanya gak penting deh. Buat yang pada penasaran, gue saranin gak nonton film ini, dijamin kecewa. Dari rating di situs-situs film lain juga ratingnya rendah kok, jadi dengerin gue aja ya..

Thursday, December 27, 2012

REVIEW FILM: PREMIUM RUSH (2012)

Durasi: 91 menit
Skor IMDb: 6.6/10

Film action sekaligus thriller yang lagi-lagi menunjukkan keberagaman tema dari Hollywood itu sendiri. Lakon utama dari film ini ialah seorang pengirim paket di kota New York yang kesehariannya ia lalui dengan mengendarai sepeda.

Film diawali dengan keadaan di mana sang peran utama, Wilee (Joseph Gordon-Levitt) tergeletak di jalan raya kota New York. Film dilanjutkan dengan alur mundur untuk menjelaskan cerita sang kurir tadi dari awal. Menghindari mobil ngebut, sopir taksi gila, pintu yang mendadak terbuka, serta pejalan kaki yang ramai ialah keadaan yang harus dihadapi Wilee setiap hari. Wilee adalah yang terbaik dalam urusan mengantar paket dengan sepeda. Tunggangan andalannya ialah sebuah sepeda fixie yang seperti kita ketahui bersama, sepeda single-gear tanpa rem. Membayangkan tunggangannya saja kita bisa memperkirakan bahwa ada separuh dari Wilee yang merupakan pesepeda skill tinggi namun separuhnya lagi orang gila penantang maut.

Suatu hari, seorang mahasiswa asal China memintanya mengantar sebuah amplop penting. Malang bagi Wilee, seorang polisis korup, Robert Monday, yang putus asa dengan hutangnya yang menumpuk mengincar amplop itu untukditukarkan dengan uang. Wilee pun dihadapkan pada situasi rumit di mana dirinya dikejar-kejar Monday yang semakin berbahaya. Dengan bantuan segenap teman serta rivalnya, Wilee mencoba membongkar misteri paket tersebut sembari berusaha mempertahankan hidup. Kelanjutan ceritanya tonton sendiri di Premium Rush ye..