Showing posts with label Asia. Show all posts
Showing posts with label Asia. Show all posts

Tuesday, July 4, 2023

REVIEW FILM: THE CHILDE (2023)

Durasi: 118 menit

Skor IMDb: 7.4/10 

The Childe menarik karena selain merupakan film perdana Kim Seon-Ho, film ini juga disutradarai oleh Park Hoon-Jung, sutradara yang membuat film The Witch Part I dan Night in Paradise, dua film yang menarik perhatian saya karena visual yang menarik serta ciri khas film-film gangster Korea Selatan yang banyak mengumbar kekerasan, Dua formula itu juga bisa ditemui di The Childe, sehingga amat sangat menarik buat para pemirsa film laga Korea Selatan.

Sesuai dengan dua film PHJ sebelumnya, film ini juga mengalami kendala yang sama yaitu dengan bagian back story yang lumayan lama sehingga buat yang tidak terbiasa dengan style sutradaranya akan cepat bosan. Apabila di The Witch adalah backstory mengenai dunianya, apabila di The Night in Paradise backstory perihal mood nya, sedangkan di film ini berkaitan dengan narasinya, hal ini yang membuat karya dari PHJ akan susah menjangkau pasar yang lebih luas karena pace nya yang lumayan lambat.

The Childe berkisah tentang anak haram yang kembali ke Korea untuk mengunjungi ayah yang tidak ia kenal sebelumnya, tanpa dia sadari bahwa dirinya dibuntuti oleh pembunuh berbahaya, selain itu timbul pula konflik dengan saudara tirinya yang tidak ingin kehilangan harta warisan. Kim Seon-Ho sendiri memerankan pembunuh berbahaya tersebut dengan performa yang mampu memerankan kompleksitas karakter pembunuh tersebut, terkadang kekanakan namun di lain momen sangat sadis.

Paruh akhir film ini barulah semua ketegangan mulai berhamburan, kejar-kejaran mobil serta tembak-tembakan membuat kesabaran mulai terbayar. Bagian finale film ini akan sangat memorable buat para penonton.

Monday, January 19, 2015

REVIEW FILM: THE SWIMMERS (2014)

Durasi: 116 menit
Skor IMDb: 5.9/10

Baru sekarang gue sadari, ternyata film horror yang gue review baru sedikit. Berhubung gue bukan penggemar horror jadinya emang gue jarang-jarang sih nontonnya. Bukan gara-gara takut sih, kalo nontonnya aja berani, tapi after effect nya itu lho, jadi parno sendiri entar, hehe. Selain itu, kebanyakan film horror agak nggak logis aja sih, jadi semacam meniadakan logika gitu. Tapi baru-baru ini gue nonton film horror dari biangnya film horror, Thailand yang berjudul The Swimmer. Sebenernya gue udah sering ketemu ni film di warnet-warnet sih, tp baru kemarin sempet nonton, itupun gara-gara bareng-bareng nonton sama temen. Cast-nya gue kagak ada yang kenal, tapi pemeran ceweknya, Ice, cakep tuh, Mint juga cakep sih tapi agak tua gitu mukanya.

Jadi The Swimmer itu bercerita tentang romansa segitiga antara dua sahabat karib Perth dan Tan yang memperebutkan cinta Ice. Kenapa judulnya The Swimmer, karena  kisah ketiga insan manusia itu teradi di sebuah ekskul renang SMA di Thailand. Di awal film kita sudah dihadapkan pada adegan yang menegagkan ketika Perth flashback ke masa di mana ia dan Tan serta Ice bermain-main di kolam renang sekolah. Seketika suasana berubah gloomy dan adegan berpindah ke saat-saat Ice bunuh diri juga di kolam renang sekolah tersebut.

Seiring berjalannya waktu, alur film menceritakan kisah mereka bertiga. Ternyata Ice adalah pacar dari Tan, akan tetapi sejak dulu Perth pun telah menyukai Ice. Semacam kisah klise cinta monyet gitu deh. Sejak kematian Ice, Tan yang merupakan jawara renang di SMA tersebut memutuskan vakum untuk mencaritahu penyebab utama kejadian itu. Perth yang sejatinya masih di bawah Tan dalam hal renang pun kini menjelma menjadi yang teratas di SMA-nya. Selidik punya selidik (aduh bahasa apa ini), ternyata sebelum Ice bunuh diri, ia telah hamil terlebih dahulu. Maka Tan pun berusaha mencari tahu lelaki jalang yang telah menghamili pacarnya.

Perth yang tahu kebenaran sejati bunuh diri tersebut pun memilih bungkam dan menuduh orang lain pelakunya. Selagi berkelit, Perth juga mencoba menghapus semua bukti-bukti yang mengarah ke dia. Dalam tahap inilah, arwah Ice mulai menggentayangi kehidupan Perth. Di rumah Perth, di rumah Ice, di sekolah, di semua tempat selalu ada kejadian yang menegangkan. Momen paling menjijikkan (menakutkan?) adalah ketika Perth menyelinap ke rumah Ice dan menemukan ibunya Ice telah memutuskan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Perlahan fakta-fakta terkuak seiring dengan kejelian analisis Tan dan pengakuan Mint, pacar Perth.

Akankah Tan mampu menguak penyebab kematian Ice sebenarnya? Bagaimana akhir dari kisah cinta segitiga anak SMA ini? Buat kalian yag senang film-film yang abai logika dan hanya menuntut adrenalin tinggi, film ini cocok buat kalian. Bisa dibilang gak ada pesan moral yang bisa diambil dari film ini (duh spoiler). Silakan download buat yang mau nonton. Selamat menyaksikan

Saturday, January 17, 2015

REVIEW FILM: TODAY'S LOVE/LOVE FORECAST (2015)

Release Date: 15 Januari 2015


Sebagai seorang Runners (Running Man fan) sudah pasti banyak yang bertanya-tanya kan tentang setiap bintang tamu di tiap episodenya. Nah, 2 minggu terakhir, minggu pertama dan kedua 2015 Running Man dihiasi oleh muka Lee Seung-gi dan Moon Chae-won, pastinya setiap bintang tamu ada maksud tersembunyi kan ya. Ternyata mereka berdua sedang promo film ini nih, Today's Love dan baru saja tayang di Korea sono 15 Januari yang lalu. Film ini jadi debut film layar lebar Lee Seung-gi setelah sebelumnya malang melintang di layar televisi Korea baik di drama maupun variety show. Film ini mengambil genre drama komedi, atau komedi romantis khas film Korea.

Walaupun banyak yang menantikan penampilan Lee Seung-gi tetapi film ini adalah panggung Moon Chae-won. Chae-won di film ini berperan sebagai Hyun-woo seorang pembawa ramalan cuaca yang memiliki kepribadian ketus dan emosian, sedangkan Seung-gi berperan sebagai Joo-soo, seorang guru SD yang putus asa dalam hal percintaan.

Film ini bercerita tentang dua sahabat yang lama kelamaan mulai tumbuh bibit cinta di antara keduanya. Perkembangan kisah cinta mereka berdua disampaikan dengan sangat runtut seperti lazimnya film Korea yang sangat pintar bertutur. Joon-soo dan Hyun-woo telah bersahabat sejak kecil. Meskipun sebenarnya mereka bukanlah saudara kandung, tetapi keduanya telah hidup satu rumah dikarenakan suatu hal yang terjadi pada Hyun-woo. Berbeda dengan Hyu-woo, Joon-soo sebenarnya telah menyimpan rasa tertarik sejak pertama kali bertemu Hyun-woo namun apalah daya hingga dewasa hubungan keduanya terbatas di friendzone saja.

Keduanya mencoba untuk melanjutkan kehidupan masing-masing. Joon-soo yang beralih dari Hyun-woo terjebak pada hubungan 3 bulanan, sedangkan Hyun-woo lebih parah lagi, ia jatuh hati pada seorang pria beristri dan pada akhirnya sama-sama kandas. Keduanya pun menghabiskan malam ditemani soju, dan mabuk bersama ~~~.

Akan seperti apa akhir kisah keduanya? Mungkin buat kalian yang punya temen tinggal di Korea bisa tuh tanya endingnya gimana, coz film ini kagak tayang di Indonesia sob, jadi selamat menunggu...

Monday, December 15, 2014

UPCOMING RELEASES: THE TECHNICIANS AKA THE CON ARTISTS (2014)

Expected Release: 24 Desember 2014
Cast: Kim Woobin, Lee Hyunwoo, Go Changseok

Pertama kali ane ngeh sama bakal adanya film ini tuh pas nonton variety show favorit ane coy, Running Man. Nah, di episode 224 kemarin bintang tamunya tuh Kim Woobin sama Lee Hyunwoo. Biasanya kan bintang tamu Running Man dateng buat promo film apa serial baru, nah makanya ane buruan cari dah tuh, dan ketemu juga ternyata filmnya judulnya The Technicians ini. Lagi-lagi ane nonton filmnya Lee Hyunwoo yang genre action setelah sebelumnya dia pertama ane tonton di Secretly Greatly.

Film ini bercerita tentang sebuah komplotan pencuri profesional yang diminta untuk mencuri sejumlah uang yang terletak di suatu kantor di Incheon. Saking profesionalnya mereka, waktu yang diberikan oleh sang pemberi pekerjaan hanya 40 menit untuk membobol brangkas tersebut. Kim Woobin di sini berperan sebagai seorang pembobol brangkas muda yang minim pengalaman, Lee Hyunwoo berperan sebagai hacker, dan Go Changseok lah boss mereka berdua. Penasaran kan gimana film-nya, ditunggu bareng-bareng yok..

Tonton juga trailernya

Tuesday, December 9, 2014

REVIEW FILM: ELEGANT LIES [2014]

Durasi: 117 menit
Skor IMDb: 7.3/10

Film ini udah lama terendap di harddisk gue tanpa pernah gue sentuh sama sekali. Awalnya sih, gue ngopi film ini soalnya rating-nya bagus di imdb, 7,3 gituh. Tapi waktu dulu gue coba nonton pertama kali, gue mikir, 'ah apaan nih film, kagak ada seru-serunya'. Belum sampe 5 menit udah gue close dah. Tapi beberapa hari ini gue nyoba nonton film-film yang udah terendap dan terdeposisi di harddisk gue dan sebagian besar emang sesuai dengan rating tinggi Imdb, 'Elegant Lies' salah satunya.

Buat kalian yang sering nonton film Korea, pasti udah nggak asing lagi dengan pemeran cewek yang satu ini, Kim Hyang-gi. Meskipun masih muda (kelahiran tahun 2000 coy), tapi udah banyak film yang dia bintangi, 'The Grand Heist' dan 'Wedding Dress adalah salah dua dari beberapa filmnya yang pernah gue tonton. Di sini Kim Hyang-gi berperan sebagai Cheon-ji, anak SMP pendiam yang jadi korban bully teman-teman sekelas. Sebetulnya karakter protagonis di film ini kagak ada yang sedep dipandang, karakter antagonisnya malah yang sedep, yaitu si Hwa-yeon yang diperankan oleh Kim Yoo-jeong, orang yang sering memanfaatkan kepolosan Cheon-ji.

Pada suatu pagi, tidak seperti biasanya Cheon-ji yang penurut meminta dibelikan sesuatu kepada ibu-nya, yaitu MP3 player. Dari pembukaan ini sudah terlihat ada yang nggak beres nih sama ni anak. Dan ternyata bener, setelah ibu dan kakaknya pergi dari rumah (berangkat kerja dan sekolah), ternyata Cheon-ji memutuskan untuk bunuh diri. Kematian Cheon-ji membuka lembar baru dalam kehidupan ibu dan kakaknya yang sebetulnya tidak akur menjadi lebih dekat. Problematika dalam keluarga ini semakin kompleks karena mereka terusir dari kontrakan karena kesulitan membayar uang sewa.

Di tengah keterpurukan yang melanda, sang kakak, Man-ji (Ko Ah-sung) mencoba mencari benang merah dari kematian Cheon-ji. Man-ji mencoba bertanya kepada rekan sekelas Cheon-ji perihal keseharian adiknya di sekolah. Fakta yang ia dapatkan kian menambah perih, ternyata sahabat dekat Cheon-ji, Hwa-yeon lah salah satu penyebab depresi yang dialami Cheon-ji. Dari teman-teman Cheon-ji pula ia mendapati fakta bahwa Cheon-ji memiliki teman lelaki yang biasa ia temui di perpustakaan, Sang-park (Yoo Ain).

Apa alasan bunuh diri Cheon-ji yang sebenarnya? Hubungan apa yang terjadi antara Cheon-ji dan Sang-park? Akankah Man-ji dapat menemukan pesan terakhir Cheon-ji? Buat kalian yang mellow dan depresi, coba tonton film ini deh, buat yang pengen nonton film sampe nangis juga boleh ditonton nih.. Selamat menyaksikan...

Saturday, December 6, 2014

REVIEW FILM: MIDNIGHT FM [2010]

Durasi: 106 menit
Skor IMDb: 6.7/10

Sepanjang ane nulis di blog ini, biasanya film yang ane tonton selalu berdasarkan rekomendasi orang-orang, entah temen ane, entah forum-forum di internet. Nah, film yang satu ini bukan salah satunya. Midnight FM ini ane tonton pure coincidence, waktu lagi di warnet bingung mau kopi film apaan, adanya ini doang, yaudah deh, daripada kagak ada. Tapi pure coincidence tadi sepertinya jadi blesing in disguise juga sih, dan Midnight FM jadi salah satu film thriller Korea yang sangat saya rekomendasikan. Entah kenapa, orang Korea jago banget bikin film thriller tentang orang-orang psycho, Midnight FM salah satunya.

Film Midnight FM berkisah mengenai kehidupan seorang pembaca berita ternama Sun-young (Soo-ae). Karirnya sempat menanjak ketika ia berhasil menjadi pembawa berita di TV, namun pada akhirnya ia harus berakhir kembali sebagai penyiar radio tengah malam. Sebuah latar yang mengingatkan pula pada film The Terror Live (2013). Sun-young yang memutuskan untuk vakum sementara dari dunia penyiaran karena menemani anaknya (Eun-soo) berobat di AS bersiap untuk siaran radio terakhirnya sekaligus perpisahan dengan para pendengar setianya.

Di waktu yang sama, di rumah Sun-young, Eun-soo yang sakit (tidak bisa bicara) tidur ditemani bibinya (Ah-young). Ketika Ah-young sedang sibuk mendengarkan musik melalui headphone, seorang psikopat (Dong-su) masuk ke dalam rumah dan menyekap Ah-young. Eun-soo yang menyadari hal itu pun mencoba bersembunyi. Dong-su yang kebingungan pun mulai melakukan teror dengan menelepon Sun-young dan memaksa menuruti segala permintaannya dengan ancaman nyawa Ah-young. Untuk membuktikan bahwa ancamannya bukan sekedar gertakan belaka, Dong-su pun mulai menyiksa Ah-young sedikit demi sedikit.

Sun-young yang perlahan panik mulai mencoba menata kembali kesadarannya dan berpikir jalan keluar dari masalah ini. Ia pun memutuskan untuk siaran dari mobil untuk menjemput anaknya. Di lain pihak, latar belakang Dong-su pun mulai terkuak. Ternyata ia merupakan pembunuh berantai yang terinspirasi dari semua siaran Sun-young yang telah lalu dan menganggap mereka berdua adalah partner in crime.

Akan seperti apa kelangsungan kehidupan Sun-young? Dapatkah ia keluar dari teror ini? Segera aja download nih film di forum-forum terdekat, gak nyesel dah 

Saturday, November 22, 2014

REVIEW FILM: TEACHER'S DIARY [2014]

Durasi: 104 menit
Skor IMDb: 8/10

Selain demen film Korea, sebenernya ane juga demen nonton film Thailand gan. Tapi film Thailand yang bagus mah udah banyak orang yang tau kayak Crazy Little Thing Called Love, Suckseed, sama ATM. Ketiganya udah lazim di review dan setelah nonton ketiga itu cukup lama nunggu film Thailand yang bagus dan pada akhirnya 2014 ini nongol juga nih film Teacher's Diary. Film ini dibintangi oleh Laila Cherman Boonyasak, mbak yang sebenernya udah kepala 3 tapi masih tetep yahud, dan Sukrit Wisetkaew, yang keliatannya polos amat dah.

Film ini merupakan kisah dua insan manusia lintas waktu yang terhubung melalui sebuah diary milik Ann (Cherman Boonyasak). Pada 2012, seorang calon guru yang mantan pegulat, Song (Sukrit Wisetkaew) mencoba mendaftar ke sebuah sekolah ternama di Thailand. Karena track record yang belum jelas dan kemampuan mengajarnya yang belum teruji, Song dihadapkan pada satu-satunya pilihan yaitu mengajar di sekolah terapung yang terletak di tengah danau.

Sesampainya di sekolah terapung tersebut, Song harus menghadapi kenyataan bahwa ternyata murid yang akan diajar belum tahu mengenai datangnya guru baru dan terpaksa ia mengajak para murid dengan mendatangi rumahnya satu per satu. Setelah usahanya tersebut, pada akhirnya ia mampu menghimpun sebanyak 4 orang yang keempatnya berada di kelas yang berbeda. Problematika pun berlanjut ketika para murid masih belum bisa move on dari guru lamanya, Ann. Song yang penasaran dengan sosok guru pujaan para murid itu pun mencoba mencari tahu mengenai Ann dari murid-murid dan dari diary yang tertinggal di atas papan tulis.

Di lain pihak, Ann kini mengajar di sekolah ternama yang juga menjadi pujaan Song. Ann yang meninggalkan tugas mengajar di sekolah terapung karena ingin mempersiapkan pernikahan kesulitan beradaptasi dengan sekolah barunya. Kepala sekolah membencinya bahkan pacarnya, Nui, pun ikut memarahinya. Kehidupan Ann memburuk ketika selingkuhan Nui datang dengan tiba-tiba dengan kabar kehamilannya.

Di tengahkegusaran kedua insan tersebut, akan jadi seperti apa romansa mereka berdua? Akankah keduanya bertemu? Buat kalian yang demen cerita romantis cinta-cintaan, nih film cocok ditonton untuk menghabiskan waktumu.

Monday, January 27, 2014

REVIEW FILM: HELLO GHOST [2010]

Durasi: 111 menit
Skor IMDb: 7.7/10

Hello Ghost merupakan salah satu film yang bikin gue tertarik sama film Korea lainnya, karena temanya yang gak terlalu berat-berat amat tapi punya pesen yang dalem. Nih film dibintangi oleh Cha Tae Hyun, seorang aktor Korea yang sangat populer dan selalu memainkan karakter yang gak jauh beda di semua filmnya. Sekedar info aja, nih film ternyata merupakan film dengan penghasilan ke-9 terbanyak di Korea, dan kabarnya juga Hollywood bakal membuat remake dari film ini.

Film ini berpusat pada kehidupan Sang Man (Cha Tae Hyun), seorang pria yatim piatu yang merasa bahwa hidupnya udah gak ada artinya lagi. Pada awal film, kita sudah dikejutkan dengan usahanya untuk bunuh diri dengan menenggak banyak obat tidur. Percobaannya ternyata gagal. Saking putus asanya, ia mencoba bunuh diri kedua kalinya dengan melompat dari jembatan, akan tetapi tim SAR datang menyelamatkannya. Saat dirawat di rumah sakit, mulailah kejadian aneh menghampirinya. Kejadian pertama ialah ia melihat orang merokok duduk di sampingnya, ia bercerita pada orang lain namun tidak seorang pun percaya. Selama di rumah sakit, ia bertemu dengan empat arwah gentayangan, tapi tenang saja,, arwahnya gak nakutin kok. Selain ketemu arwah gentayangan, di rumah sakit ia juga bertemu seorang suster, Yun Soo (Kang Ye Won), dan Sang Man pun jatuh cinta kepadanya.

Ketika perawatannya di rumah sakit berakhir, Sang Man tetap saja diikuti oleh keempat arwah tersebut. Untuk menjawab kegusarannya tentang arwah-arwah tersebut, maka pergilah ia ke seorang cenayang. Ternyata, menurut cenayang tersebut, arwah-arwah tersebut baru bisa pergi setelah mereka menyelesaikan cita-cita mereka yang belum kesampaian. Sang Man pun mencoba untuk membantu arwah-arwah tersebut mendapatkan keinginan mereka.

Arwah yang pertama, seorang kakek, berusaha untuk mengembalikan sebuah kamera ke pemiliknya. Dalam mendapatkan kamera tersebut, Sang Man bahkan harus menginap di kantor polisi karena kamera tersebut ternyata dibawa oleh seorang polisi. Arwah kedua, seorang anak kecil berusaha untuk menonton film kartun. Arwah ketiga, seorang bapak gendut, berusaha untuk mengendarai mobil taksi, ia bahkan membawa Sang Man ke pantai dan belajar berenang. Arwah terakhir, seorang ibu berusaha untuk memasak dan makan malam dengan orang yang dia sayangi. Semua keinginan arwah-arwah tersebut ternyata justru membuat Sang Man semakin dekat dengan Yun Soo.

Yun Soo sangat membenci keluarganya, sedangkan Sang Man justru mengharapkan kehadiran keluarga di hidupnya. Ketika ayah Yun Soo meninggal, Sang Man pun bercerita bahwa arwah ayah Yun Soo menghampirinya untuk menyampaikan bahwa ada hadiah yang ia titipkan ke Yun Soo. Yun Soo yang awalnya tak percaya bahwa Sang Man bisa bertemu hantu pun akhirnya percaya ketika secara tak sengaja ia menemukan bingkisan dari ayahnya. Di lain pihak, Sang Man yang merasa sudah mengabulkan keinginan arwah-arwah tersebut pun mengusir mereka keluar dari hidupnya.

Pada akhirnya, arwah-arwah itu pun hilang. Sang Man menghampiri Yun Soo untuk mengajaknya makan siang bareng. Yun Soo tiba-tiba berkata bahwa seseorang bisa kehilangan ingatannya karena sebuah shock yang luar biasa. Apa maksud perkataan Yun Soo?? Siapakah arwah-arwah tersebut?? Bagaimana hidup Sang Man selanjutnya? Buat anda yang masih anti sama film Korea, coba deh tonton film ini, film komedi tapi banyak pesan moralnya. Endingnya pun bukannya bikin ketawa tapi malah bisa bikin mewek.. Tonton ya..

Friday, January 24, 2014

REVIEW FILM: CONFESSIONS [2010]

Durasi: 106 menit
Skor IMDb: 7.9/10

Confessions, film Jepang yang rilis tahun 2010 ini menarik perhatian gue pas nyari-nyari di forum tentang film Asia yang memorable. Film bergenre drama misteri ini dibintangi oleh bintang film Jepang (pastinya lah) yang baru pertama ini gue denger namanya. Dalam penyampaiannya, film ini cukup unik karena mengandalkan narator yang berbeda, tergantung siapa yang sedang confess ceritanya. Awalnya gue kira ini film semacam omnibus gitu tapi ternyata kagak. Film ini diangkat dari sebuah novel yang udah menerima penghargaan di jepang sono, so pasti worth to watch nih harusnya..

Yuko Moriguchi (Takako Matsu) ialah seorang guru SMA yang akan segera resign dari SMA tempatnya mengajar. Dia adalah guru wali dari suatu kelas yang kelihatannya gak menghargai dia. Di hari terakhir dia mengajar, ia melakukan pengakuan di hadapan muridnya. Dia kerap membawa anaknya yang masih kecil ke SMA karena ayah kandung Manami (anaknya) terkena virus HIV. Pada suatu hari sepulangnya mengajar, Yuko menjemput anaknya di ruangan tempat ia dititipkan tetapi Manami tidak di sana. Setelah dicari keliling sekolah, ternyata Manami tenggelam di kolam renang SMA tersebut. Yuko kemudian melanjutkan pengakuannya bahwa ternyata kematian anaknya bukanlah kecelakaan melainkan ulah dari dua murid di kelas tersebut. Yuko mengetahuinya karena ia menemukan sebuah dompet yang telah dimodifikasi oleh muridnya, Shuuya. Shuuya tidak sendirian karena ia ditemani Naoki ketika melakukan kejahatan tersebut.

Karena hukum di Jepang yang mengatakan seorang anak remaja tidak bisa ditahan atas kejahatan apapun, maka menyerahkan ke polisi tidak akan mampu membalaskan dendam Yuko. Maka dalam membalaskan dendam, Yuko mengancam keduanya dengan memasukkan virus HIV ke dalam susu kemasan yang diminum keduanya. Kelanjutan cerita pada film ini pun campuran antara keadaan setelah pengakuan Yuko dan kejadian sebelum pengakuan Yuko yang ditampilkan dalam narasi oleh Yuko dan ketiga muridnya.

Setalah pengakuan itu, Naoki menjadi seorang yang penyendiri dan tidak pernah datang ke sekolah lagi. Sedangkan di lain pihak, Shuuya tetap datang ke sekolah meskipun dengan konsekuensi bullying yang harus diterimanya setiap hari. Ketika hasil tes HIV Shuuya keluar dan hasilnya negatif, Shuuya pun mulai bertindak melawan bully yang diterimanya di sekolah. Pada narasi selanjutnya, terbongkarlah alasan Shuuya sangat terobsesi untuk menemukan alat-alat kreatif ialah untuk membuktikan kepada ibunya yang pergi meninggalkannya bahwa ia bisa berkarya. Semua hasil temuannya ia upload ke dalam websitenya. Dan dengan adanya website itu pula, Yuko bisa mengintai Shuuya untuk kemudian membalas dendam atas kematian anaknya..

Akankah dendam Yuko terbayar? Bisakah Shuuya membuktikan kemampuannya pada ibunya? Bagaimana pula kelanjutan kehidupan Naoki? Segeralah cari nih film di warnet-warnet dan forum-forum terdekat. Sebuah film yang bagus dengan intrik-intriknya tersendiri. Selamat menyaksikan..


REVIEW FILM: THE MIDAS TOUCH [2013]

Durasi: 98 menit
Skor IMDb: 5/10

The Midas Touch ini ialah film Hong Kong yang udah lama rilisnya bro, udah dari tanggal 6 September tahun lalu. Film yang bergenre romantic comedy ini dibintangi oleh Chapman To, Charlene Choi, dan banyak cewek bening Hong Kong. Chapman To ini cukup sering tampil di film-film Hong Kong yang genrenya gak jauh-jauh dari film ini.

Film ini berawal dengan scene ketika Maki (Chapman To) yang lagi di Korea ketangkep sama polisis Korea karena dituduh melecehkan cewek yang aslinya copet. Di awal sih cukup menjanjikan komedi yang seru, tapi setelahnya cuma dikit yang bisa bikin ketawa. Dari scene di penjara, Maki flashback buat mengingat kembali dia ngapain sih ke Korea.. Maki yang aslinya adalah seorang penagih hutang dihadapkan pada situasi yang cukup dilematis ketika dia harus nagih utangnya seorang agen artis. Sang agen berusaha membujuk Maki dengan ketujuh calon artisnya yang masih bening-bening. Maki yang gak tahan sama cewek pun berusaha mengambil alih usaha agency tersebut. Di awal pengelolaannya, Maki berusaha membuat ketujuh cewek tersebut jadi cewek penghibur di klab malam. tapi karena sadar, akhirnya dia berusaha serius untuk mengorbitkan ketujuh cewek tersebut.

Di lain pihak, Suen (Charlene Choi) yang sukses mengorbitkan JD dari keterpurukannya justru sedang mengalami nasib yang buruk. Sifatnya yang terlalu obsesif terhadap sang artis membuatnya dipecat sebagai manajer artis itu. Takdir akhirnya mempertemukan keduanya, dan pada akhirnya ketujuh cewek bening asuhannya Maki pun dipercayakan untuk di-handle oleh Suen. Suen yang sudah berpengalaman mengorbitkan artis pun merombak habis ketujuh cewek tersebut dan memproyeksikan mereka untuk menjadi girlband baru. Segala usaha dilakukan dengan menggunakan dana sendiri akan tetapi kesuksesan tak kunjung diraih. Pada akhirnya Maki pun mesti menghadapi karma ketika usahanya bangkrut dan pada akhirnya dia ditagih oleh anak buahnya sendiri. Bagaimana kelanjutan girlband tersebut? Akankah Suen sukses mengulangi kesuksesannya dalam mengorbitkan JD?

Film ini memiliki banyak cela untuk dikritik. Film ini kurang mengekspos interaksi antara sang manajer dengan artisnya tapi justru lebih menonjolkan kekonyolan yang dilakukan artisnya yang sebenarnya tidak terlalu banyak mendukung film. Untuk disebut sebagai film komedi juga masih samar karena sangat sedikit scene yang bisa membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Hadirnya Nicholas Tse sebagai cameo juga tidak banyak membantu. Mungkin ini salah satu film useless yang terpaksa gue review. Kalo mau lihat cewek bening tonton aja, tapi ya lu cuman bakal dapet itu doang, dari cerita biasa, dari pesan juga gak ada. Nothing lah..

Wednesday, October 23, 2013

REVIEW FILM: MIRACLE IN CELL NO. 7 [2013]

Durasi: 127 menit
Skor IMDb: 7,8/10

Film ini bisa dibilang film Korea yang masih hot, masih in lah. Secara baru keluar tahun ini gitu, 2013. Pertama gue tau ni film dari twit-an temen ane yang bilang tentang kesannya tentang film ini. Dan setelah ane tonton pun emang bener sih ini salah satu tipikal film drama Korea yang mengharukan. Kalo dulu ane pernah ngereview dikit tentang film A Long Visit yang membahas seorang ibu, nah kalo film yang satu ini bercerita tentang kehidupan seorang ayah (berbahagialah anda para ayah). Secara garis besar film ini bercerita tentang hubungan seorang ayah yang memiliki keterbelakangan mental dengan anak ceweknya yang berusia 7 tahun. Film yang dibintangi Ryu Seung-Ryong (ayah) dan bintang Korea yang lagi naik daun Park Shin-Hye ini memiliki alur campuran, kadang flashback namun suatu saat bisa alur maju juga.

Film ini diawali dengan adegan di mana Ye Seung (Park Shin-Hye) pergi menemui beberapa orang dan mereka pun berakhir di sebuah persidangan. Dari adegan awal banyak yang akan mengira bahwa ini adalah sebuah film komedi murni yang hanya akan menawarkan tawa bahagia buat para penontonnya. Dari adegan persidangan itu pula lah kita akan dibawa flashback ke masa lalau Ye Seung ketika kecil.

Ye Seung adalah anak yang periang, terlebih ketika ia bersama ayahnya, Yong Goo (Ryu Seung-Ryong). Yong Goo yang hanya seorang tukang parkir berusaha sekuat tenaga untuk membuat anaknya bahagia, terutama untuk memenuhi segala permintaannya seperti saat Ye Seung meminta tas Sailor Moon. Segalanya berubah ketika seorang anak komisaris polisi meninggal dengan aneh di samping Yong Goo. Yong Goo dituduh melakukan pelecehan seksual dan membunuh sang anak dengan motif balas dendam pada sang komisaris polisi. Ye Seung yang sendirian terpaksa tinggal di panti asuhan dan ayahnya dipenjara di sel nomor 7 bersama residivis kelas berat dengan pengamanan maksimum.

Yong Goo yang lemah tentu menjadi santapan habis-habisan untuk rekan satu selnya. Namun kehidupan berubah ketika mereka mulai menyadari ada yang aneh dengan perilaku Yong Goo. Situasi berubah membaik untuk Yong Goo ketika ia menyelamatkan penguasa sel tersebut dari serangan lawannya. Yong Goo bisa bertemu anaknya dengan bantuan rekan satu selnya. Sekian lama hidup bersama di penjara yang sama, rekan sesama residivis dan para sipir pun menyadari bahwa orang seperti Yong Goo tidak mungkin melakukan kejahatan sekeji itu. Mereka pun bersama-sama membantu Yong Goo agar bisa menghadapi persidangan. Bagaimana nasib persidangan Yong Goo? Akankah ia bebas dari segala hukuman? Saksikan film yang memiliki predikat film berpendapatan terbesar ketiga di Korea Selatan ini segera, dijamin anda akan terkesan dengan jalan cerita dan akting para pemerannya.. Cao..

Saturday, August 10, 2013

REVIEW FILM: KAHAANI (2012)

Durasi: 122 menit
Skor IMDb: 8/10

Film ini gue dapetin pas gue cari di google pake keyword 'best Bollywood movies 2012'. Dan emang kalo lu nonton film ini, predikat 'the best' tadi emang gak salah deh. Film yang dibintangi Vidya Balan ini bercerita tentang seorang wanita hamil yang datang ke Kolkata untuk menemukan suaminya yang telah 2 bulan tidak memberi kabar. Film ini banyak menerima beragama penghargaan di India, maka dari itu, film ini wajib kalian semua tonton ya, jangan gengsi mentang-mentang ni film Bollywood, oke?

Film dibuka dengan kejadian teror gas beracun yang terjadi pada sebuah kereta di Kolkata. DUa tahun berselang dari kejadian tragis tersebut, Vidya Bagchi (Vidya Balan) datang ke Kolkata dari Inggris untuk mencari suaminya Arnab Bagchi yang menghilang. Seorang polisi baik hati, Satyaki 'Rana' Sinha (Parambrata Chatterjee) datang membantu mencari lelaki misterius itu. Meskipun Vidya mngaku bahwa Arnab ke Kolkata untuk bekerja di NDC, data-data yang ada tidak menunjukkan hal tersebut.

Titik terang hadir ketika kepala HRD dari NDC mengatakan bahwa ada seseorang yang mirip Arnab di NDC dahulu, yaitu Milan Damji, akan tetapi file tentang orang tersebut tidak dengan mudah didapatkan karena banyak orang berusaha menutupinya. Semua orang yang mengungkit nama tersebut akan berakhir dengan kematian karena ada pembunuh bayaran berkeliaran untuk membersihkan kecurigaan tersebut. Vidya dan Rana berhasil mendapatkan data tentang Milan Damji dari kantor lama NDC, mereka harus berpacu dengan sang pembunuh bayaran tersebut. Keingintahuan Vidya akan seorang Milan Damji menarik kecurigaan dari dua petinggi intelijen (Intelligence Bureau) Bhaskaran dan Khan. Khan diutus ke Kolkata untuk mengurus masalah tersebut. Dari Khan lah diketahui bahwa Milan Damji ialah otak di balik teror gas beracun yang berlangsung dua tahun lalu, Milan juga adalah seorang agen IB.

Usaha Vidya dan Rana untuk menemukan Milan Damji dan mencari titik terang perihal suami Vidya terus berlanjut. Mereka menjelajah hingga ke bekas apartemen Milan dan menemukan seorang pelayan teh yang memberikan informasi berharga. Semakin jauh keterlibatan Vidya, semakin berbahaya pula bagi dirinya. Suatu hari seorang pembunuh bayaran mengikuti Vidya ke apartemen Milan. Gerakan mencurigakan mengakibatkan terjadinya kejar-kejaran antara Rana dan pembunuh bayaran tersebut. Pada lalu lintas yang ramai, pembunuh bayaran tersebut mati setelah tertabrak mobil.

Beragam informasi menunjukkan bahwa R. Sridhar, petinggi NDC, adalah orang yang sering berkunjung ke apartemen Milan. Guna mencari bukti lebih banyak, Vidya dan Rana bersekongkol dengan pegawai NDC untuk membobol komputer Sridhar. Sridhar yang sedang dalam perjalanan pulang curiga dan memutuskan kembali ke kantor. DI situlah terjadi pengejaran yang akhirnya menewaskan Sridhar.

Bagaimana akhir dari pencarian Vidya? Apakah Milan Damji adalah Arnab Bagchi? Sedikit bocoran aja, di akhir akan ada plot twisted yang akan mengagetkan anda semua, sungguh film yang patut ditonton, bukan film India kebanyakan yang hanya menjual kisah romansa dan tari-tarian. Brilliant!

Wednesday, January 2, 2013

REVIEW FILM: FERRARI KI SAWAARI (2012)

Durasi: 140 menit
Skor IMDb: 6.6/10

Bollywood lagi, Bollywood lagi. Walaupun udah banyak film Bollywood penuh makna yang gue tonton, tapi ternyata baru dua yang gue tulis di blog ini. Film Ferrari Ki Sawaari ini bintang utamanya adalah teman dari Ranchoddas Chancad di 3 Idiots, Sharman Josi, dan ayahnya adalah Virus, Boman Irani nama aslinya. Film ini mengambil genre entah drama atau komedi yang penting ada bumbu olahraganya.

Film ini sebetulnya lebih berpusat ke karir kriket anak dari Rusy (Sharman Josi) yang bernama Kayo. Rusy adalah seorang ayah yang ingin mencontohkan hal-hal yang benar kepada anaknya. Ia sangat taat terhadap hukum (paling tidak di awal film ini), itu bisa terlihat ketika ia melanggar peraturan lalu lintas dan tak ada polisi yang menyaksikannya, ia tetap memaksa untuk ditilang. Rusy sangat peduli terhadap karir Kayo. Rusy sadar akan bakat dari Kayo sehingga ia mengusahakan apapun untuk memastikan bakat itu tak tersia-siakan. Mereka berdua hidup bersama sang kakek, Deboo (Boman Irani) yang dulu merupakan pemain kriket berbakat yang terpaksa pensiun dini karena dicurangi sahabatnya sendiri.

Di akhir dari suatu pertandingan Kayo, ada orang Inggris yang mengumumkan bahwa akan ada seleksi untuk pemain kriket berbakat yang akan disekolahkan di pusat pelatihan kriket kenamaan di dunia, Lords. Sadar gajinya sebagai pegawai di perusahaan transportasi tak akan mampu membiayai kebutuhan ke Lords, Rusy berusaha mencari pinjaman ke sana kemari. Semua usaha itu berakhir di sebuah mobil Ferrari milik seorang pemain kriket ternama di India, Sachin Tendulkar. Dengan meminjam mobil itu untuk acara pernikahan, Rusy akan mendapat 150,000 rupee. Saking berambisinya Rusy untuk menyekolahkan anaknya ke Lords, ia mengambil tanpa ijin mobil Ferrari itu dan membawanya kabur berhari-hari. Bagaimana kelanjutan karir Kayo? Apakah Rusy akan tertangkap?

Ferrari Ki Sawaari sebenarnya mengangkat tema yang cukup unik. Eksekusi filmnya pun cukup baik dari awal hingga menjelang akhir. Namun di bagian ending sang sutradara seperti terlalu rakus karena menambahkan beberapa scene yang justru membuat film ini berakhir antiklimaks. Menurut gue sih harusnya film selesai waktu sang kakek masuk rumah sakit, scene setelah itu cenderung lebay sih..

Tuesday, January 1, 2013

REVIEW FILM: A LONG VISIT (MY MOM) [2010]

Durasi: 107 menit
Skor IMDb: 7/10

Salah satu film yang udah teronggok lama di harddisk gue tapi belum juga gue tonton sampe tadi pagi. Dan setelah gue tonton, gak bisa ditinggalin ni film, kudu sampe selesai pokoknya. Seperti tipikal film Korea kebanyakan, film ini menyajikan sebuah kisah cinta yang sangat mulia, kisah cinta seorang ibu pada anaknya. Sang ibu, mukanya memelas, sang anak mukanya stunning banget dah, entah dapet keturuna dari mana tu anak.

Film drama Korea ini berkisah tentang kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. Sang ibu yang tak berpendidikan, selalu mengutamakan sang anak, Ji-Sook yang cantik, pandai, dan idaman setiap mertua pokoknya. Pada waktu Ji-Sook kecil, ibunya selalu mengutamakan Ji-Sook ketimbang adik cowoknya. Ia selalu mendapat perhatian lebih. Akan tetapi kehidupan tak sesimpel itu bagi keluarga ini. Sang ayah hanyalah seorang supir bus yang jalannya pincang. Tak tahan dengan segala olok-olok tentang kekurangannya, ayah selalu melampiaskan kemarahannya pada sang ibu. Untuk sejenak berpisah dengan keadaan rumah, Ji-Sook memutuskan sekolah SMA agak jauh dari rumah. Di saat pertemuan siswa dan orang tua itulah terlihat scene pertama yang menguras air mata. Ji-Sook tak ingin ibunya ikut pertemuan orang tua karena malu dengan penampilannya. Dari pengorbanan pertama itulah di film ini muncul pengorbanan-pengorbanan lain bagi Ji-Sook, Mulai dari ibunya yang tak ingin cerai dari ayah akrena takut Ji-Sook kerepotan merawat adik, hingga uang 10 sen yang selalu ibu simpan untuk bekal Ji-Sook di masa depan.

Semakin beranjak dewasa, Ji-Sook memutuskan untuk kuliah jauh di Seoul. Ibunya mempersiapkan segalanya untuk melepas kepergian Ji-Sook. Ia membekali Ji-Sook dengan tabungan koin 10 sen yang ia kumpulkan dari hasil tawar-menawar dengan pedagang di pasar. Di Seoul ini pula Ji-Sook menemukan tambatan hatinya. Keduanya pada akhirnya menikah meski sebenarnya orang tua suami Ji-Sook menolak. Namun berkat bujuk rayu dan permohonan maaf ibu Ji-Sook akhirnya mereka merestui. Kehisupan semakin kelam ketika ayah Ji-Sook meninggal. Ji-Sook yang awalnya tak begitu menyukai ayahnya, pada akhirnya menyadari betapa banyak jasa sang ayah bagi dirinya. Pada suatu hari, Ji-Sook pulang kampung untuk menengok ibunya sendirian. Mereka banyak menghabiskan waktu bersama di kunjungan Ji-Sook kali ini. Sang ibu mempunyai firasat buruk perihal keadaan Ji-Sook. Apakah gerangan yang terjadi pada Ji-Sook? Bagaimana ending dari film ini? Jangan lupa saksikan film drama Korea yang siap bikin kamu termehek-mehek. Satu pesan tertinggal di benak setelah menonton film ini 'be nice to her while you can, or you'll regret it'..

Monday, December 31, 2012

REVIEW FILM: BARFI! (2012)


Durasi: 150 menit
Skor IMDb: 8.4/10

Salah satu hal yang membuat film Bollywood menarik meskipun tema besarnya berpusat di cinta adalah karena mereka melihat cinta dari sisi yang lain. Sisi-sisi humanis dari manusia coba disentuh oleh para pembuat film Bollywood. Barfi! adalah salah satu masterpiece. Ni film gue dapet waktu gugling top 10 Bollywood movies of 2012. Hampir semua orang memasukkan Barfi! di listnya. Begitu nonton sendiri filmnya, emang mereka gak salah, jos guandhos...

Begitu film dimulai kita akan disambut oleh lagu India yang cukup menggelitik, kemudian beralih ke Muskaan, semacam panti asuhan di Darjeeling tempat seorang kakek dirawat. Kakek itu mencoba mengabadikan dirinya dalam kamera untuk memenuhi janjinya kepada cinta pertamanya, dan di saat itulah ia menghembuskan nafas terakhirnya. Di kota lain, Kolkata, ada seorang nenek yang mengajari bahasa isyarat, sang cinta pertama kakek tadi. Kemudian alur pun bergerak mundur. Keseluruhan film ini menceritakan kehidupan kakek tadi, Barfi, seorang yang bisu dan tuli yang pada awalnya diberi nama Murphy, namun karena kesulitan pengejaan jadilah Barfi. Barfi yang hidup di Darjeeling mengenal cinta pertamanya, Shruti pada tahun 1962. Namun malang bagi Barfi karena Shruti telah dijodohkan dengan Ranjeet yang kaya dan lebih mapan meskipun keduanya (Barfi dan Shruti) saling mencintai satu sama lain. Untuk mendamaikan hati Shruti, orangtuanya mengajaknya pindah ke Kolkata. Semenjak Shruti pergi meninggalkan Darjeeling, kehidupan Barfi berubah. Dimulai dari ayahnya yang menjadi pengangguran, kesehatan ayahnya yang memburuk, hingga akhirnya Barfi memutuskan mencari uang dengan menculik Jhilmil, anak orang kaya di Darjeeling. Tanpa diduga Jhilmil yag pada akhirnya dibebaskan oleh barfi justru mengikuti ke mana Barfi pergi. Petualangan dua sejoli ini pun dimulai dari sini.

Film Barfi ini mengalir dari narasi setiap orang yang memiliki memori dengan Barfi ketika mereka mnunggui Barfi yang sedang sakit. Terkadang dari satu scene ke scene lain mengalami alur mundur untuk memperjelas jalan cerita. Seperti film Bollywood lainnya, film ini memerlukan waktu yang cukup panjang, 2,5 jam untuk merampungkan menontonnya. Buat yang gak betah lama-lama nonton film, film ini gak gue saranin sih.

Thursday, December 27, 2012

REVIEW FILM: TAIYOU NO UTA (2006)

Durasi: 119 menit
Skor IMDb: 7.2/10

Taiyou No Uta atau dalam bahasa Inggris bisa diartikan sebagai Midnight Sun ialah sebuah film drama Jepang yang menampilkan penyanyi terkenal, YUI, sebagai bintang utamanya. Seperti film drama Jepang lainnya, film ini bertempo lambat. Di bagian awalnya bahkan belum ada dialog hingga sekitar 8 menit. Jangan terkejut karena film ini diangkat dari kisah nyata Kaoru Amane.

Film ini berpusat pada kehidupan seorang Kaoru, penderita penyakit kulit langka xeroderma pigmentosum (XP) yang menyebabkan dirinya tak boleh terkena sinar ultraviolet matahari yang berbahaya bagi tubuhnya. Dalam mengisi harinya, Kaoru menatap dunia luar melalui jendela kamarnya. Dari jendela itu ia bisa melihat hamparan pantai karena lokasi rumahnya yang berada di sebuah bukit. Perhatian Kaoru saat melamun selalu tertuju ke halte bis, di mana ia melihat Koji dan dua sahabatnya biasa nongkrong. Ketika matahari mulai naik, Kaoru menutup tirai jendela dan pergi tidur, begitu terus setiap harinya. Pada malam hari merupakan saat-saat ia mengeksplor hobinya yaitu bermain gitar dan menciptakan lagu. Ia berjalan ke stasiun dan menampilkan kebolehannya di sana. Dia akan kembali ke rumah beberapa menit sebelum mulai fajar. Suatu pagi Koji tiba di halte bus ketika Kaoru bernyanyi di situ. Dari situlah mereka mulai mengenal satu sama lain. Koji yang tidak tahu penyakit Kaoru membawanya ke pantai hingga hampir fajar. Di situlah muncul masalah yang menyebabkan keduanya lama tak bertemu. Di film ini kita bisa mendengarkan tiga lagu YUI, yang paling fenomenal ialah Good-bye Days. Akan seperti apa kisah dua sejoli ini? Seperti apa ya...

Saturday, November 17, 2012

REVIEW FILM: WEDDING DRESS (2010)

Durasi: 109 menit
Skor IMDb: 6.8/10

Film drama Korea yang menceritakan seorang single-mother (Go Eun) yang hanya memiliki sisa beberapa hari dalam hidupnya karena terkena penyakit kanker lambung. Sebelum berpisah dengan anaknya (Sora), Go Eun berusaha memenuhi apa yang diinginkan anaknya. Ketika kondisi Go Eun memburuk, So Ra pun menyadari penyakit yang diderita ibunya dan mulai mengubah dirinya yang awalnya bandel menjadi penurut dan mulai memenuhi permintaan ibunya satu per satu. Wedding Dress yang menjadi judul film ini adalah gaun pengantin yang khusus dirancang Go Eun untuk So Ra sebagai kado terakhirnya.