Showing posts with label Crime. Show all posts
Showing posts with label Crime. Show all posts

Sunday, July 23, 2023

REVIEW SERIES: DELIGHTFULLY DECEITFUL (2023)

Episode: 16 (>1jam)

Skor IMDb: 7.3/10 

Dibandingkan dengan drakor lain yang sama jam tayang, sebenernya tidak ada kesengajaan dalam mengikuti series ini, akan tetapi semua rencana buyar akibat beberapa episode awal yang amat menakjubkan dan penuh daya tarik. Premis utama tentang tukang tipu bernama Lee Ro-Un dengan misteri dibalik kisah hidupnya membuat hook yang sangat menarik. Selain itu penuturan penipuan yang menarik juga membuat series ini sangat eye-catching di awal dan jarang ditemui di serial lain.

Semua kesan yang disampaikan di beberapa episode awal seketika buyar di pertengahan serial dan penonton pun akhirnya ikut tertipu, adegan penipuan yang sangat menarik di awal perlahan berkurang dan akhirnya hilang berganti menjadi misteri mengenai pembalasan dendam yang susah diikuti serta susunannya membingungkan. Terdapat storyline yang menarik yang tidak dieksplorasi lebih jauh oleh penulis serial ini, kisah antara polisi dan psikiater.

Sebenarnya pemilihan cast dan performa mereka amat sangat baik, hal itu yang membuat penulis mampu menyelesaikan serial ini, akan tetapi cerita yang sangat dragging, dan pesona yang tidak berlanjut dari beberapa episode awal membuat serial ini akan menjadi serial yang tidak penulis rekomendasikan bahkan buat para pecinta crime drama sekalipun.

Tuesday, July 11, 2023

REVIEW SERIES: BLOODHOUNDS (2023)

Jumlah Episode: 8 (54-74 menit)

Skor IMDb: 8.1/10 

Bloodhounds menawarkan ketegangan serta pengalaman menonton yang akan membuat para audiens ketagihan dan tak sabar menanti pembalasan dendam. Serial yang penuh darah dan baku hantam ini bukan hanya menghibur akan tetapi mengkombinasikan sekuen pertarungan yang sangat impresif.

Salut kepada sutradara yang mampu merajut narasi yang penuh lika-liku dan aksi laga yang wah. Kemampuan membuat alur yang susah ditebak membuat penonton akan selalu dibuat terkejut dengan kelanjutan cerita.

Seperti yang sudah penulis sebutkan di atas, salah satu keunggulan serial ini adalah aksi baku hantamnya. Koreografi dan eksekusi dari adegan pertarungan patut diacungi jempol menunjukkan dedikasi dan kemampuan dari para cast-nya. Selain itu kedua aktor utama juga menujukkan dedikasi yang tinggi dengan keseriusan membentuk badan sehingga tak kalah dengan atlet tinju sungguhan.

Perkembangan karakter di serial ini juga dibangun dengan baik. Semua karakter memiliki kepribadian dan latar belakang yang dijelaskan dengan baik sehingga para penonton akan mudah relate dengan mereka. Chemistry antar karakter juga menambah keautentikan dari serial ini.

Salah satu kekurangan dari serial ini ada di dua episode terakhirnya yang hilang tanpa arah. Hal ini disebabkan adanya satu karakter yang terpaksa dihilangkan karena aktris yang memerankan karakter tersebut tertangkap polisi mengendarai mobil dalam keadaan mabuk, sungguh disayangkan ending yang akan jauh berbeda mungkin akan ditampilkan apabila tidak ada kasus tersebut.

Wednesday, May 13, 2015

REVIEW FILM: THE SCENT (2012)

Durasi: 117 menit
Skor IMDb: 5.9/10

Kali ini ane bakal nyoba ngebahas film Korea yang udah lumayan lama sih rilisnya, 2012 lalu, film ini berjudul The Scent. Ane tertarik nonton film satu ini soalnya ada Lee Kwang-Soo, sosok yang begitu sentral dan naik popularitasnya tidak lain tidak bukan karena 'Running Man', variety show di Korea sono. Film ini bergenre crime thriller semi erotis gitu kalo menurut ane. Jadi di sini Kwang-Soo berperan sebagai Poong, orang aneh yang bekerja sebagai asisten di konsultan perselingkuhan, Poong mengasisteni detektif Kang yang diperankan oleh Park Hee-Soon.

Dari awal film kita sudah dibumbui dengan adegan yang tidak layak untuk ditonton anak di bawah 18 tahun, ketika suara kejadian perselingkuhan diperdengarkan dan di situlah perkenalan penonton dengan detektif Kang serta asistennya, Poong. Perlahan mulai terungkap bahwa detektif Kang memiliki background sebagai polisi dan ia menjalani profesi sebagai konsultan perselingkuhan karena sedang diistirahatkan oleh kepolisian. Entah ada hubungannya dengan pengistirahatan sementara detektif Kang dari kepolisian, ternyata istri Kang merupakan atasan Kang di kepolisian dan kehidupan rumah tangga keduanya pun buruk karena kecurigaan istri Kang akan investigasi-investigasi perselingkuhan yang dilakukan detektif Kang.

Hari-hari terakhir sebelum diaktifkan kembali status detektif Kang sebagai polisi, detektif Kang didatangi seorang wanita muda bernama Kim Soo-Jin yang meminta detektif Kang menyelidiki suaminya (Nam Young-Gil) yang ia curigai berselingkuh dengan wanita lain. Di tengah investigasi, tiba-tiba Kim Soo Jin mencoba merayu detektif Kang, dan tanpa sadar detektif Kang terbangun di samping tubuh Kim Soo-Jin yang tak bernyawa. Detektif Kang yang kebingungan pun mencoba masuk ke kamar sebelah (kamar suami Kim Soo-Jin yang sedang selingkuh) dan mendapati bahwa Nam Young-Gil juga sudah tak bernyawa. Masalah bertambah rumit ketika ternyata orang yang ada di kamar Nam Young-Gil ialah istri Nam Young-Gil yang sah, dan bernama Kim Soo-Jin pula. Sadar bahwa keadaan ini akan memojokkan dirinya, detektif Kang pun mencoba merekayasa TKP dan meyakinkan Kim Soo-Jin yang masih hidup untuk mengikuti perintahnya. Dengan bantuan Poong, detektif Kang membuang semua barang bukti dan mengubur jenazah keduanya.

Ketidakberuntungan kian menaungi detektif Kang, di hari ia kembali ke kepolisian justru Kim Soo-Jin yang semakin gelisah melaporkan kabar hilangnya sang suami ke pihak kepolisian. Investigasi kepolisian pun dimulai. Perlahan mulai terkuak fakta-fakta di balik hilangnya Nam Young-Gil. Seiring dengan investigasi yang kian intens, keamanan Kim Soo-Jin pun kian terdesak. Dengan dalih untuk mengamankan saksi, detektif Kang pun kian lama justru semakin dekat dengan Kim Soo-Jin. Bagaimana kah ujung dari kisah pembunuhan ini? Akankah detektif Kang mampu lepas dari tuduhan yang menimpanya? Bagaimana pula kehidupan rumah tangga detektif Kang setelah Kim Soo-Jin hadir di hidupnya?

Buat kalian yang seneng film crime thriller Korea semacam Midnight FM, Blind, dsb. film ini mungkin gak sebagus dua film tersebut tapi lumayan lah buat bahan tontonan. Selain itu buat kalian yang demen nonton film Korea yang agak seronok, ini film juga ada plus nya kok, mbaknya cakep lagi. Jadi dengan nonton film ini dapet serunya dapet tegangnya juga, hahaha. So, selamat menonton...

Tuesday, April 28, 2015

REVIEW FILM: THE FORGER (2014)

Durasi: 92 menit
Skor IMDb: 5.7/10

Film kedua yang akan gue review adalah film John Travolta yang berjudul The Forger. Siapa sih yang gak kenal John Travolta?? Bahkan namanya pun udah jadi judul album girl band Korea sono, T-ara. Sejumlah film-film brilian pernah dia bintangi, di antaranya ada Pulp Fiction, Saturday Night Fever, dll. Selain film-film brilian ada juga film-film flop yang dia bintangi pula. Nah kalo film yang satu ini bisa dibilang ada di tengah-tengahnya, gak bagus-bagus amat dan gak jelek-jelek banget lah. Di film ini John berperan sebagai Raymond Cutter seorang penipu (dilihat dari judulnya udah ketauan tuh maksudnya apa).

Di permulaan film kita langsung disuguhi adegan Raymond yang duduk di dalam penjara seakan sedang berintrospeksi memikirkan segala kesalahan yang telah ia perbuat selama ini. Setelah beberapa adegan berlalu ternyata Raymond masuk penjara karena pekerjaannya yang berupa pencuri serta pemalsu karya seni. Di kala masa tahanannya kurang 10 bulan lagi, tawaran 'pekerjaan' justru datang menghampirinya dengan iming-iming bebas lebih cepat. Orang yang menawari Raymond 'pekerjaan' ini ialah Kragen (Anson Mount), orang yang sama yang menyebabkan Raymond dipenjara. Tawaran Kragen tentu tidak mudah, Kragen meminta Raymond untuk melakukan 'pekerjaan' terakhir yaitu memalsukan lukisan Monet yang berjudul "The Promenade, Woman with a Parasol" lalu masuk ke museum dan menukarkan lukisan asli dengan yang palsu buatan Raymond. Keadaan semakin runyam karena agen DEA telah mengikuti gerak gerik Raymond.

Meskipun resiko yang menanti cukup besar, akan tetapi Raymond tetap mengiyakan tawaran Kragen karena ia ingin lebih cepat keluar dari penjara agar bisa bersama dengan anak sematawayangnya Will (Tye Sheridan). Lambat laun diketahui bahwa Will mengidap tumor otak yang sangat akut dan tidak bisa disembuhkan sehingga Raymond pun berusaha tetap ada di sisi Will agar dapat mengabulkan permintaan-permintaan Will. Dapatkah Raymond menyelesaikan 'pekerjaan' terakhirnya? Akankah Raymond dapat keluar tepat waktu untuk mendampingi anaknya??

Film ini berusaha memadukan dua jenis tema yaitu tema kriminal serta tema penguras air mata, akan tetapi eksekusinya kurang matang dikarenakan emosi yang terbangun tidak tersampaikan pada para penikmat serta originalitas yang minim. Dan pada akhirnya film ini hanya akan menjadi film John Travolta lain yang mudah dilupakan...

Thursday, January 8, 2015

REVIEW FILM: TAKEN 3 (2015)

Durasi: 109 menit
Skor IMDb: 7.8/10

Liam Neeson merupakan sebuah anomali bagi film Hollywood (menurut gue). Bisa dibilang dari segi perawakannya, doi gak cocok buat main film action, apalagi jadi agen2 CIA atau FBI kayaknya kagak pas aja gitu. Tapi entah kenapa dibalik perawakannya itu, kalo doi main film action hampir semuanya bagus, coba aja tonton Taken, Taken 2, dan Non-Stop. Film Taken 3 ini kelanjutan dari serial sebelumnya, walaupun belum sempet gue review di blog ini, tapi bisa dibilang ini adalah film action berjilid yang paling gue tunggu-tunggu kelanjutannya.

Masih seperti dua edisi sebelumnya, Liam di film ini berperan sebagai Bryan Mills seorang pensiunan agen CIA yang kini hidup bersama anaknya, setelah ia bercerai dengan istrinya, Lenore (Famke Janssen). Di usianya yang udah menginjak 62 tahun, Liam tetap berperan sebagai seorang 'tough guy' pada diri Bryan Mills. Berkat latar belakangnya yang mantan CIA bisa ditebak sendiri lah kemampuan bela diri dan etika bertarungnya bakal sehebat apa. Prioritas utama dalam hidup Bryan adalah keselamatan anaknya, Kim (Maggie Grace) dan mantan istrinya, Lenore, maka ketika ada orang yang mengusik salah satu atau bahkan keduanya, maka Bryan tak akan segan-segan untuk menghadapi masalah tersebut seperti pada dua edisi Taken sebelumnya.

Pada edisi ketiga ini situasi lebih pelik dihadapkan pada Bryan. Bryan yang memilih untuk hidup tenang dengan anaknya, Kim dihadapkan pada mantan istrinya yang sedang memiliki masalah dengan suami barunya, Stuart (Dougray Scott). Pada suatu sore, Lenore ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di rumah Bryan, fakta-fakta yang didapatkan kepolisian menyudutkan Bryan sebagai tersangka pembunuh mantan istrinya. Bryan pun diharuskan menuntaskan dua masalah sekaligus, menyingkap pembunuh istrinya yang sebenarnya serta menghindari kejaran polisi Los Angeles.

Mampukah bryan menghadapi ini semua? Akankah Bryan mampu membalaskan dendam terhadap pembunuh mantan istrinya? Buat kalian yang udah ngikutin Taken dari pertama, jangan terlalu berharap banyak akan cerita yang nyambung dari edisi terdahulu, karena film ini gak ada sangkut pautnya dari yang kemarin-kemarin, walau di IMDb dapet rating bagus, tapi nyatanya dari situs film lain banyak yang ngasih review miring. Tapi tonton aja dulu dah, keren kayaknya..

Wednesday, January 7, 2015

REVIEW FILM: ZULU (2013)

Durasi: 110 menit
Skor IMDb: 6.7/10

Film Bahasa Inggris buatan Prancis ini memajang deretan artis kenamaan yang biasa malang melintang di film-film Hollywood. Di antaranya ada Forest Whitaker dan Orlando Bloom. Forest Whitaker di film ini memerankan Ali Sokhela, seorang polisi dengan pangkat kapten di unit kriminal kepolisian Afrika Selatan. Orlando Bloom memerankan Brian Epkeen, seorang detektif sekaligus ayah dan suami yang gagal.

Film ini menceritakan Afrika Selatan setelah hilangnya politik Apartheid. Dalam film ini dikisahkan Afrika Selatan sebagai pusat dari merebaknya narkoba jenis baru yang dinamakan tik. Selain membuat kecanduan, ternyata narkoba ini dapat menyebabkan penggunanya menjadi bersikap agresif (sangat agresif bahkan) dan nantinya akan saling membunuh satu sama lain. 

Di suatu malam ditemukan sesosok mayat yang ternyata merupakan anak seorang pelatih rugbi ternama. Ali yang ditugaskan dalam kasus ini pun menginvestigasi dengan bantuan Brian serta Dan Fletcher (Conrad Kemp). Bukti-bukti yang ditemukan mengindikasikan kaitan erat antara kasus ini dengan narkoba terbaru, tik tadi. Mereka pun mulai memburu gembong narkoba yang bertanggungjawab terhadap penyebaran tik ke Afrika Selatan. Fakta yang didapatkan pun sungguh pedih karena ternyata sasaran utama narkoba ini ialah anak-anak kulit hitam dengan tujuan sebagai senjata pemusnah massal yang digagas oleh Professor Opperman.

Semakin dalam Ali terjerumus dalam kasus ini, semakin dalam pula masa lalu Ali terkuak. Politik Apartheid, kebencian kaum kulit hitam terhadap kulit putih di Afrika Selatan menjadi akar dibangunnya plot dalam film ini. Buat kalian yang demen nonton film sambil nungguin adegan esek2, di film ini ada bejibun tuh, maklum lah namanya juga film Prancis. Dan tambahan juga, film yang diadaptasi dari novel kriminal terbaik Prancis tahun 2008 ini juga dapet kehormatan jadi film penutup di festival film Cannes 2013. So, tunggu apalagi, keren banget pasti nih film, happy watching guys..

Tuesday, December 30, 2014

REVIEW FILM: THE EQUALIZER (2014)

Durasi: 132 menit
Skor IMDb: 7.3/10

 Salah satu film terbaik yang gue tonton tahun ini ialah The Equalizer. Mungkin sedikit sumir untuk berpendapat seperti itu. Orang-orang boleh beranggapan gue subjektif atau gimana tapi emang kalo buat orang yang hobi nonton flm action emang ini bakalan jadi film favorit tahun ini. Selain karena faktor cerita yang emang bagus, akting dari Denzel Washington emang yang bakalan jadi faktor penunjang di sini. Pemeran antagonisnya pun juga sangat meyakinkan, salut untuk Martin Csokas, walaupun gue baru nonton film dia sekali ini. Ada faktor lain yang bikin gue demen ama film satu ini, ada Chloe Grace Moretz bro, mbak cantik pujaan para remaja ini di sini berperan jadi hooker lagi, kurang nantang gimana coba.

Film ini bercertita tentang McCall (Denzel Washington), seorang pria yang di awal film bakal kita kira orang biasa. Dia hidup sendirian dan bekerja sebagai salah satu karyawan di sebuah supermarket. Rekan kerjanya di supermarket sedikit penasaran dengan masa lalu McCall karena mereka cukup takjub dengan kemampuan McCall yang baik meskipun dari segi usia ia tampak sudah tidak muda lagi. Apabila siang ia bekerja, di malam hari McCall biasa menghabiskan waktu dengan nongkrong di sebuah kafe dan membaca buku. Ia mempunyai obsesi untuk membaca 100 buku, sebuah obsesi yang merupakan warisan dari mendiang istrinya. Di kafe tersebut ia biasa bertemu dan berinteraksi dengan Teri atau Alina (Chloe Grace Moretz), seorang pramuria yang masih muda dan memiliki paras menawan (ahai).

Pada suatu malam, hal buruk terjadi pada Teri, ia harus melayani pelanggan yang sangat kasar, dan Teri pun terpaksa memukul pelanggan tersebut. Mengetahui hal tersebut, mucikarinya (Slavin) pun murka dan mencari Teri, ia lalu menyiksa Teri hingga menghasilkan luka lebam di muka dan memar yang sangat menyedihkan. McCall mengetahui fakta tersebut ketika di malam selanjutnya ia tak lagi bertemu Teri di kafe tersebut. Untuk membebaskan Teri dari cengkeraman mafia tersebut McCall pun memberanikan diri datang ke markas New York mafia Rusia tersebut. Di sana, McCall yang berusaha menyelesaikan masalah tersebut dengan damai justru mendapat perlakuan yang tidak semestinya dari para mafia itu, dengan terpaksa McCall menghabisi mafia tersebut. Mengetahui terdapat masalah di New York, organisasi mafia yang dipimpin Pushkin itu mencoba membereskan masalah ini dengan mengirim Teddy (Martin Csokas) ke New York. Dari investigasi yang dilakukan para mafia terkuaklah bahwa McCall adalah dalang kekacauan ini.

Akankah McCall mampu membawa kedamaian bagi New York? Apa sih kemampuan Teddy sehingga ia yang diutus ke New York? Saksikan film yang udah rilis dari September kemarin dengan download legal maupun ilegal, hehe. Sebenernya ceritanya bagus sih, tapi kalo dari segi logika mungkin ada banyak hal yang bisa diperdebatkan, termasuk kemampuan satu orang yang bisa mengalahkan sebuah organisasi itu dari mana logisnya? Namanya juga film,, Hollywood lagi..


Wednesday, December 24, 2014

REVIEW FILM: I SAW THE DEVIL (2010)

Durasi: 141 menit
Skor IMDb: 7.8/10

I Saw The Devil sebenernya udah rilis dari tahun 2010 lalu, tapi baru sempet gue tonton di pertengahan tahun 2014 ini karena awalnya gue kira ini film horor. Buat kaum awam yang belum tahu banyak tentang film Korea past juga bakal sepemikiran sama gue, 'dari judulnya kalo udah ada Devil-nya pasti horor nih'. Dan ternyata gue salah, ternyata film ini merupakan film thriller yang nyerempet ke gore (nyerempetnya banyak sih). Buat kalian yang udah sempet nonton Oldboy (2003) atau Lucy (2014) pasti udah familiar sama pemeran utama di film ini, dia tidak lain adalah Choi Min-sik. Di film ini, Choi Min-sik berperan sebagai Kyung-chul seorang psikopat yang bekerja sebagai sopir antarjemput anak sekolah dan lawan main dia di film ini adalah Lee Byung-hun yang berperan sebagai agen NIS, Soo-hyun.

Dari permulaan film kita sudah akan dibawa ke sebuah adegan yang sangat mendebarkan. Seorang wanita (Joo-yun) mengalami ban bocor di kondisi hujan salju yang sangat lebat (Joo-yun adalah tunangan Soo-hyun). Kyung-chul yang kebetulan lewat di dekat posisi mobil wanita itu berusaha menawarkan bantuan, ketika Joo-yun terperdaya, Kyung-chul langsung menyekap dan nantinya memutilasi Joo-yun. Soo-hyun yang kebingungan pun mencoba mencari kabar tunangannya, hingga di suatu pagi seorang anak muda menemukan potongan telinga Joo-yun dan mulai tersibak bahwa Joo-yun telah menjadi korban mutilasi.

Soo-hyun yag tidak terima dengan kematian tragis tunangannya mencoba untuk membalaskan dendam dengan mencari pelaku pembunuh istrinya. Beruntung bagi Soo-hyun, atasannya di kepolisian menyediakan informasi mengenai kemungkinan tersangka yang berjumlah empat orang. Kyung-chul termasuk ke dalam empat orang tersangka tersebut. Soo-hyun pun memulai investigasinya dan sampailah ia di rumah Kyung-chul. Di dalam rumah Kyung-chul ia menemukan perhiasan milik korban mutilasi terdahulu, dan ia juga menemukan cincin tunangan milik Joo-yun. Agar tidak kehilangan jejak Kyung-chul, Soo-hyun pun memasang penyadap pada bis antarjemput Kyung-chul.

Dapatkah Soo-hyun membalaskan dendam atas kematian Joo-yun? Perilaku sadis apalagi yang akan kita dapatkan dari film ini?  Buat kalian yang demen film-film sadis thriller, kayaknya belum afdol kalo kalian belum nonton I Saw The Devil, materpiece Korea gitu loh, jadi segera cari ya di forum-forum terdekat..

Monday, December 15, 2014

UPCOMING RELEASES: GANGNAM 1970 (2015)

Expected Release: 21 Januari 2015
Cast: Lee Minho, Kim Raewon, Jung Jinyoung, Seol Hyun

Ini nih film terbaru oppa yang jadi idola banyak remaja sampe ibu-ibu yang sering mantengin K-Drama, Lee Minho. Film ini genre-nya mengingatkan kita tentang film Friend: The Great Legacy atau Man on The Edge yang keduanya berpusat tentang kelompok mafia. Di film ini Lee Minho berperan sebagai Jong Dae yang merupakan seorang yatim piatu. DIa hidup di panti asuhan bersama dengan Yong Ki (Kim Raewon). Mereka berdua hidup bersama hingga sudah berasa seperti saudara kandung. Ketika mereka pergi meninggalkan panti, mereka kesulitan mencari pekerjaan. Pada akhirnya mereka berdua bekerja serabutan dengan menjadi pemulung, memunguti sampah dan botol. Di kemudian hari Jong Dae tersangkut masalah tentang sebuah proyek pembangunan di Seoul. Dari situ ia bertemu Gil Soo (Jung Jinyoung) serta Sun Hye (Seol Hyun) dan dianggap keluarga sendiri oleh keduanya. Ternyata Gil Soo dan Sun Hye merupakan anggota suatu kelompok mafia, dan dari situlah karir Jong Dae di dunia per-mafia-an dimulai. Penasaran dengan film-nya? Nih, tonton dua trailer-nya dulu



Kabarnya film ini disiarkan di 11 negara yang telah membeli lisensi. Indonesia menjadi salah satunya, jadi para fans oppa Lee Minho silahkan ditunggu ya,,

UPCOMING RELEASES: THE TECHNICIANS AKA THE CON ARTISTS (2014)

Expected Release: 24 Desember 2014
Cast: Kim Woobin, Lee Hyunwoo, Go Changseok

Pertama kali ane ngeh sama bakal adanya film ini tuh pas nonton variety show favorit ane coy, Running Man. Nah, di episode 224 kemarin bintang tamunya tuh Kim Woobin sama Lee Hyunwoo. Biasanya kan bintang tamu Running Man dateng buat promo film apa serial baru, nah makanya ane buruan cari dah tuh, dan ketemu juga ternyata filmnya judulnya The Technicians ini. Lagi-lagi ane nonton filmnya Lee Hyunwoo yang genre action setelah sebelumnya dia pertama ane tonton di Secretly Greatly.

Film ini bercerita tentang sebuah komplotan pencuri profesional yang diminta untuk mencuri sejumlah uang yang terletak di suatu kantor di Incheon. Saking profesionalnya mereka, waktu yang diberikan oleh sang pemberi pekerjaan hanya 40 menit untuk membobol brangkas tersebut. Kim Woobin di sini berperan sebagai seorang pembobol brangkas muda yang minim pengalaman, Lee Hyunwoo berperan sebagai hacker, dan Go Changseok lah boss mereka berdua. Penasaran kan gimana film-nya, ditunggu bareng-bareng yok..

Tonton juga trailernya

Saturday, December 6, 2014

REVIEW FILM: MIDNIGHT FM [2010]

Durasi: 106 menit
Skor IMDb: 6.7/10

Sepanjang ane nulis di blog ini, biasanya film yang ane tonton selalu berdasarkan rekomendasi orang-orang, entah temen ane, entah forum-forum di internet. Nah, film yang satu ini bukan salah satunya. Midnight FM ini ane tonton pure coincidence, waktu lagi di warnet bingung mau kopi film apaan, adanya ini doang, yaudah deh, daripada kagak ada. Tapi pure coincidence tadi sepertinya jadi blesing in disguise juga sih, dan Midnight FM jadi salah satu film thriller Korea yang sangat saya rekomendasikan. Entah kenapa, orang Korea jago banget bikin film thriller tentang orang-orang psycho, Midnight FM salah satunya.

Film Midnight FM berkisah mengenai kehidupan seorang pembaca berita ternama Sun-young (Soo-ae). Karirnya sempat menanjak ketika ia berhasil menjadi pembawa berita di TV, namun pada akhirnya ia harus berakhir kembali sebagai penyiar radio tengah malam. Sebuah latar yang mengingatkan pula pada film The Terror Live (2013). Sun-young yang memutuskan untuk vakum sementara dari dunia penyiaran karena menemani anaknya (Eun-soo) berobat di AS bersiap untuk siaran radio terakhirnya sekaligus perpisahan dengan para pendengar setianya.

Di waktu yang sama, di rumah Sun-young, Eun-soo yang sakit (tidak bisa bicara) tidur ditemani bibinya (Ah-young). Ketika Ah-young sedang sibuk mendengarkan musik melalui headphone, seorang psikopat (Dong-su) masuk ke dalam rumah dan menyekap Ah-young. Eun-soo yang menyadari hal itu pun mencoba bersembunyi. Dong-su yang kebingungan pun mulai melakukan teror dengan menelepon Sun-young dan memaksa menuruti segala permintaannya dengan ancaman nyawa Ah-young. Untuk membuktikan bahwa ancamannya bukan sekedar gertakan belaka, Dong-su pun mulai menyiksa Ah-young sedikit demi sedikit.

Sun-young yang perlahan panik mulai mencoba menata kembali kesadarannya dan berpikir jalan keluar dari masalah ini. Ia pun memutuskan untuk siaran dari mobil untuk menjemput anaknya. Di lain pihak, latar belakang Dong-su pun mulai terkuak. Ternyata ia merupakan pembunuh berantai yang terinspirasi dari semua siaran Sun-young yang telah lalu dan menganggap mereka berdua adalah partner in crime.

Akan seperti apa kelangsungan kehidupan Sun-young? Dapatkah ia keluar dari teror ini? Segera aja download nih film di forum-forum terdekat, gak nyesel dah 

Saturday, January 25, 2014

REVIEW FILM: THE WOLF OF WALL STREET [2013]

Durasi: 179 menit
Skor IMDb: 8.6/10

Film besutan Martin Scorsese yang diangkat dari biografi Jordan Belfort ini dibintangi banyak artis ternama Hollywood seperti Leonardo DiCaprio (sebagai Jordan Belfort), Jonah Hill, serta Matthew McConaughey. Film bergenre satir komedi ini memuat banyak adegan nude serta tercatat sebagai film drama dengan pengucapan kata fuck terbanyak pada sejarah perfilman Hollywood. Dibalik beberapa kontroversinya, film ini mendapat nominasi Oscar pada kategori Best Picture serta Best Director.

Jordan Belfort pertama kali berkecimpung di dunia stock broker pada tahun 1987 ketika ia bergabung dengan salah satu firma terkemuka di Wall Street. Pada awal karirnya itu pula ia berkenalan dengan Mark Hanna (Matthew McConaughey) yang mengajarkannya cara bertahan hidup di dunia saham ialah dengan gaya hidup sex serta narkoba. Akan tetapi ketika Jordan baru saja beradaptasi dengan pekerjaannya, Wall Street mengalami kegagalan yang dikenal dengan Black Monday dan Jordan pun terpaksa menanggalkan pekerjaannya.

Saat di-PHK itulah ia dianjurkan oleh istrinya, Teresa agar ia mencoba peruntungannya pada firma saham kecil-kecilan (penny stock). Karena kemampuannya dalam meyakinkan para kliennya, Jordan perlahan mulai meraih kesuksesan. Kekayaannya bertambah sedikit demi sedikit. ketika mulai melambung itulah ia bertemu dengan Donnie Azoff (Jonah Hill) dan mereka kemudian membangun firma sendiri bernama Stratton Oakmont. Namanya yang meyakinkan ternyata tidak sebanding dengan usaha mereka yang ilegal, pada prakteknya usaha mereka hanyalah penipuan saham. Firma mereka makin melambung ketika Forbes (majalah bisnis ternama) menjuluki Jordan sebagai Wolf of Wall Street. Semua pemuda berusaha bergabung di firma tersebut.

Seiring melambungnya usaha Jordan, begitu pula dengan gaya hidupnya. Jordan dan karyawannya menghamburkan uang dengan kecanduan pada narkoba serta sex seperti yang ia pelajari di awal karirnya. Kesuksesan pulalah yang akhirnya memisahkan Jordan dengan istrinya Teresa. Tak butuh waktu lama bagi Jordan untuk mendapatkan wanita pengganti Teresa, Naomi (Margot Robbie) yang awalnya hanyalah selingkuhan Jordan pun ia nikahi pada akhirnya. Adanya Naomi tak menyurutkan Jordan untuk tetap memenuhi hasratnya pada sex dan narkoba.

Di lain pihak, FBI yang curiga terhadap gerak gerik Jordan dan firmanya kian mendekat dan sangat ambisius untuk menjegal usaha Jordan. Akankah usaha FBI berhasil? Bisakah Jordan bebas dari kecanduannya terhadap uang, sex, dan narkoba? Akankah kehidupan Jordan dan Naomi bahagia selamanya? Tonton sendiri ya di bioskop terdekat, mumpung masih tayang di bioskop nih film.. Selamat menyaksikan

Friday, August 16, 2013

REVIEW FILM: THE CALL (2013)

Durasi: 94 menit
Skor IMDb: 6.6/10

Kali ini saya akan membahas film yang masih hangat dan barusan diputar di bioskop Jogja, The Call. Film ini dibintangi Halle Berry dan Abigail Breslin, kalo nama pertama pasti udah pada kenal lah ya, nah yang nama kedua ini saya juga baru pertama kali liat, cuman sedep aja diliat jadi cantumin aja dah. Genre film ini ialah thriller, yang sedikit bertemakan crime juga.

Jordan Turner (Halle Berry) ialah seorang operator telepon 911 yang sudah bisa dibilang senior. Dapat kita lihat betapa matang dan tenangnya ia ketika mendapat panggilan telepon dari seseorang yang panik. Pada suatu saat ia menerima telepon dari seorang gadis muda, Leah Templeton yang curiga ada seseorang membobol rumahnya. Dengan tenang Jordan menyuruh anak itu untuk naik ke lantai dua dan mengurung diri di kamarnya. Sial bagi Leah karena pintu kamarnya tidak bisa dikunci. Jordan dengan cerdiknya menyuruh Leah menjatuhkan sandalnya ke halaman sementara Leah bersembunyi di bawah kasur. Strategi itu awalnya berhasil mengelabui sang pembobol, akan tetapi ketika tiba-tiba teleponnya terputus, Jordan memutuskan untuk menelepon kembali Leah, mendengar dering telepon, sang pembobol naik lagi ke kamar dan menarik Leah dari persembunyiannya. Jordan yang berada di ujung telepon bersama sang pembobol rumah mencoba meyakinkan agar tidak menyakiti anak tersebut namun sang pembobol justru berkata, "It's already done", lalu menutup teleponnya. Beberapa hari kemudian ada berita di tv tentang mayat Leah yang ditemukan telah dikubur di suatu tempat. Jordan yang merasa bersalah tidak bisa melanjutkan karirnya lagi sebagai operator 911. Sebuah awal yang bagus memaksa kita untuk terus menyimak film yang satu ini.

Enam bulan berlalu, Jordan beralih karir sebagai trainer untuk para operator 911 baru. Di saat bersamaan, seorang remaja pirang Casey Welson (Abigail Breslin) diculik dari sebuah mall setelah ia ditinggal temannya Autumn yang pulang lebih dulu. Ia diculik di parkiran mall dan dimasukkan dalam bagasi mobil. Casey beruntung karena ia masih memegang hp temannya ketika hp-nya sendiri dihancurkan sang penculik. Karena hp yang digunakan ialah prabayar, maka ketika ia menelepon 911 tidak ada data lokasi GPS yang ditemukan. Pada awalnya Brooke (Jenna Lamia) operator baru yang menerima telepon tersebut, akan tetapi Jordan yang mendengar sekilas langsung mengambilalih karena Brooke tak bisa menghadapinya.Jordan menguatkan Casey untuk terus berjuang dan menuntunnya untuk menyelamatkan diri, termasuk dengan menjebol lampu belakang serta menumpahkan cat ke jalanan. Di perjalanan, banyak orang yang mati demi menyelamatkan nyawa Casey. Akan seperti apa akhir dari kasus penculikan ini? Akankah trauma Jordan mampu sirna dan membimbingnya menyelamatkan Casey? Yang belum nonton film ini buruan nonton deh, buat seru-seruan aja cocok nih film.

Saturday, December 29, 2012

REVIEW FILM: END OF WATCH (2012)

Durasi: 109 menit
Skor IMDb: 7.7/10

Salah satu film dari genre yang amat sangat saya suka, action. End Of Watch yang merupakan film Michael Pena yang-entah keberapa- telah saya tonton. Filmyang menceritakan tentang polisi melawan geng Meksiko, sebuah plot yang sering kita temui di film-film action Hollywood lain.

Taylor (Jake Gyllenhaal) dan Zavala (Michael Pena) adalah sepasang polisi LAPD dan merupakan sahabat karib. Taylor yang juga merupakan mahasiswa di bidang produksi film selalu bekerja dengan membawa kamera. Di saku Taylor serta Zavala juga dipasangi kamera, sesuatu hal yang sesungguhnya tidak begitu disukai rekan sejawatnya. Kamera itu akan ia gunakan untuk membuat film pendek tentang keseharian seorang polisi LAPD.

Pekerjaan keduanya sangat cemerlang, mereka kerap memperlihatkan aksi heroik hingga puncaknya ketika mereka menyelamatkan sebuah keluarga dalam peristiwa kebakaran. Untuk aksinya tersebut, keduanya mendapatkan medali. Kehidupan keduanya tampak adem ayem hingga pada akhirnya sebuah aksi yang di luar batas membawa mereka ke perseteruan dengan geng Meksiko. Masalah pertama datang ketika rekan kerjanya, Van Hauser dengan partnernya, dikejar-kejar salah satu anggota geng bertubuh tinggi besar. Sebuah adegan tak sedap dipandang terjadi (what a poor Van Hauser). Kesabaran geng Meksiko mencapai batasnya ketika kedua polisi tersebut membongkar sebuah rumah di mana di dalamnya terdapat narkoba dalam jumlah besar serta mayat manusia yang sudah dimutilasi (another disturbing scene). Seorang anggota geng negro sempat memberitahu kedua polisi tersebut bahwa mereka sedang diincar oleh geng Meksiko. Malam harinya, sebuah mobil menerobos lampu merah dan memancing keduanya untuk mengejar hingga ke dalam sebuah apartemen. DI situlah ketegangan dan baku tembak terjadi.

Selain aksi baku tembak dan laga penuh adrenalin, di film ini juga mengisahkan tentang cerita cinta kedua polisi tersebut. Zavala adalah seorang yang religius, ia memutuskan menikah dengan satu-satunya gadis yang pernah ia tiduri. Sedangkan Taylor tipikal seorang playboy yang tidak terlalu terburu-buru dengan suatu ikatan. Pada akhirnya ia menjatuhkan pilihannya kepada Janet (Anna Kendrick) berkat saran dan dorongan dari sahabatnya, Zavala. Hubungan Zavala dengan Gabby telah dikaruniai seorang anak, sedangkan Janet baru mengandung anak pertama ketika baku tembak itu terjadi. Siapa yang akan jadi single mother? Saksikan film penuh aksi di End Of Watch.