Showing posts with label Action. Show all posts
Showing posts with label Action. Show all posts

Tuesday, July 11, 2023

REVIEW SERIES: BLOODHOUNDS (2023)

Jumlah Episode: 8 (54-74 menit)

Skor IMDb: 8.1/10 

Bloodhounds menawarkan ketegangan serta pengalaman menonton yang akan membuat para audiens ketagihan dan tak sabar menanti pembalasan dendam. Serial yang penuh darah dan baku hantam ini bukan hanya menghibur akan tetapi mengkombinasikan sekuen pertarungan yang sangat impresif.

Salut kepada sutradara yang mampu merajut narasi yang penuh lika-liku dan aksi laga yang wah. Kemampuan membuat alur yang susah ditebak membuat penonton akan selalu dibuat terkejut dengan kelanjutan cerita.

Seperti yang sudah penulis sebutkan di atas, salah satu keunggulan serial ini adalah aksi baku hantamnya. Koreografi dan eksekusi dari adegan pertarungan patut diacungi jempol menunjukkan dedikasi dan kemampuan dari para cast-nya. Selain itu kedua aktor utama juga menujukkan dedikasi yang tinggi dengan keseriusan membentuk badan sehingga tak kalah dengan atlet tinju sungguhan.

Perkembangan karakter di serial ini juga dibangun dengan baik. Semua karakter memiliki kepribadian dan latar belakang yang dijelaskan dengan baik sehingga para penonton akan mudah relate dengan mereka. Chemistry antar karakter juga menambah keautentikan dari serial ini.

Salah satu kekurangan dari serial ini ada di dua episode terakhirnya yang hilang tanpa arah. Hal ini disebabkan adanya satu karakter yang terpaksa dihilangkan karena aktris yang memerankan karakter tersebut tertangkap polisi mengendarai mobil dalam keadaan mabuk, sungguh disayangkan ending yang akan jauh berbeda mungkin akan ditampilkan apabila tidak ada kasus tersebut.

Tuesday, July 4, 2023

REVIEW FILM: THE CHILDE (2023)

Durasi: 118 menit

Skor IMDb: 7.4/10 

The Childe menarik karena selain merupakan film perdana Kim Seon-Ho, film ini juga disutradarai oleh Park Hoon-Jung, sutradara yang membuat film The Witch Part I dan Night in Paradise, dua film yang menarik perhatian saya karena visual yang menarik serta ciri khas film-film gangster Korea Selatan yang banyak mengumbar kekerasan, Dua formula itu juga bisa ditemui di The Childe, sehingga amat sangat menarik buat para pemirsa film laga Korea Selatan.

Sesuai dengan dua film PHJ sebelumnya, film ini juga mengalami kendala yang sama yaitu dengan bagian back story yang lumayan lama sehingga buat yang tidak terbiasa dengan style sutradaranya akan cepat bosan. Apabila di The Witch adalah backstory mengenai dunianya, apabila di The Night in Paradise backstory perihal mood nya, sedangkan di film ini berkaitan dengan narasinya, hal ini yang membuat karya dari PHJ akan susah menjangkau pasar yang lebih luas karena pace nya yang lumayan lambat.

The Childe berkisah tentang anak haram yang kembali ke Korea untuk mengunjungi ayah yang tidak ia kenal sebelumnya, tanpa dia sadari bahwa dirinya dibuntuti oleh pembunuh berbahaya, selain itu timbul pula konflik dengan saudara tirinya yang tidak ingin kehilangan harta warisan. Kim Seon-Ho sendiri memerankan pembunuh berbahaya tersebut dengan performa yang mampu memerankan kompleksitas karakter pembunuh tersebut, terkadang kekanakan namun di lain momen sangat sadis.

Paruh akhir film ini barulah semua ketegangan mulai berhamburan, kejar-kejaran mobil serta tembak-tembakan membuat kesabaran mulai terbayar. Bagian finale film ini akan sangat memorable buat para penonton.

REVIEW FILM: INDIANA JONES AND THE DIAL OF DESTINY (2023)

Durasi: 154 menit

Skor IMDb: 6.9/10

Film kelima dan pamungkas dari Indiana Jones dan juga film pertama yang tidak disutradarai oleh Steven Spielberg. Film ini membangkitkan kembali arkeologis kesayangan semua pemirsa untuk sebuah film perpisahan dan justru berujung pada film blockbuster yang hambar dan menghilangkan magis serta aura dari film-film sebelumnya meskipun mendapatkan formula yang tak jauh berbeda dari film terdahulu.

Ditulis dan disutradarai oleh James Mangold (Logan serta Ford v Ferrari), film ini dibuka dengan adegan yang sangat menegangkan dan penuh dengan laga akan tetapi berlanjut dengan tak lebih sebuah tontonan yang monoton. Walaupun bertajuk film pamungkas akan tetapi film ini tak mampu menutup dengan baik bahkan aksi laganya juga tak ada geregetnya.

Faktor utama yang membuat film ini menjadi minim gereget adalah formula yang diulang-ulang sepanjang film dan penonton menjadi tidak bisa terserap ke dalam fantasi yang ditawarkan, bahkan unsur petualangan serta bahaya yang dialami aktor utama menjadi tidak ada rasanya. Selain itu faktor komedi yang kurang mampu tersampaikan serta unsur backsound yang tidak terkonsep dengan maksimal membuat film ini semakin banyak miss-nya. Secara performa, Harrison Ford tak perlu diragukan lagi, akan tetapi performa aktor lain kurang berkesan.

Secara keseluruhan film ini diawali dengan baik akan tetapi secara perlahan mulai mengecewakan karena beberapa isu di atas. Kekecewaan yang tidak jauh beda dengan Crystal Skull akan tetapi secara keseluruhan jauh lebih mengecewakan film ini karena tajuknya yang berupa film penutup



Saturday, January 17, 2015

REVIEW FILM: AMERICAN SNIPER (2014)

Durasi: 132 menit
Skor IMDb: 7.6/10

Buat kalian para penggemar Clint Eastwood, opa yang satu ini kembali lagi dengan sebuah film biografi beraroma perang Timur Tengah, American Sniper. Film ini juga termasuk salah satu film terbaik 2014 versi Rolling Stone Magazine walau tanggal resmi perilisannya baru 2015. Film ini dibintangi Bradley Cooper sedangkan Clint Eastwood sendiri berperan di balik layar sebagai sutradara. Walaupun semua film Hollywood tentang perang Timur Tengah berbau propaganda politik dan cenderung terkesan pamer senjata, tapi mau bagaimanapun bakal tetep gue tonton lah, keren je.

Bradley Cooper berperan sebagai Chris Kyle, seorang sniper paling mematikan yang dimiliki Amerika Serikat. Film yang disadur dari buku otobiografi milik Chris Kyle ini diawali dengan adegan ketika Chris sedang mengintai di atap sebuah rumah di Fallujah. Ia membidikkan senapannya ke sorang ibu yang sedang menggendong anaknya yang terlihat seperti granat bagi para sniper. Suara dari radio memberikan perintah sepenuhnya pada Chris untuk memutuskan menembak atau membiarkan ibu itu berlalu. Di tengah kebingungan yang melanda, memori Chri pun melayang ke ingatan tentang masa kecilnya di Texas dan tentang ayahnya yang mengajari filosofi kehidupan. Flashback terus berlanjut dari saat-saat sebagai koboi rodeo hingga ke masa Chris memutuskan masuk masuk militer sebagai responnya terhadap serangan di kedubes Amerika tahun 1998. Karirnya kian menanjak dengan ia bergabung di SEAL.

Selain karirnya di militer, film ini juga menceritakan kisah cintanya dengan Taya (Siena Miller), wanita yang ia temui di bar di sela-sela rehatnya dari latihan militer. Namun sayangnya kisah cinta itu terbentur dengan kewajiban Chris sebagai seorang militer. Pasca 9/11 Chris ditugaskan terbang ke Irak meninggalkan istrinya dan fokus sepenuhnya untuk menyerang teroris yang mengacaukan negaranya. Tugas utama Chris tentu memberikan efek samping yang sangat besar. Ketika ia terbiasa menganggap target hanyalah sebatas target tanpa kandungan emosional di dalamnya, tentu akan memberikan beban psikologis pada kehidupan bermasyarakatnya kelak.

Mampukah Chris beradaptasi dengan kehidupan masyarakat? Bagaimana kehidupannya setelah lepas dari Irak? Mari bersabar menanti film ini rilis file-nya karena sepertinya gak edar di 21 tuh, Happy Waiting..

Thursday, January 8, 2015

REVIEW FILM: TAKEN 3 (2015)

Durasi: 109 menit
Skor IMDb: 7.8/10

Liam Neeson merupakan sebuah anomali bagi film Hollywood (menurut gue). Bisa dibilang dari segi perawakannya, doi gak cocok buat main film action, apalagi jadi agen2 CIA atau FBI kayaknya kagak pas aja gitu. Tapi entah kenapa dibalik perawakannya itu, kalo doi main film action hampir semuanya bagus, coba aja tonton Taken, Taken 2, dan Non-Stop. Film Taken 3 ini kelanjutan dari serial sebelumnya, walaupun belum sempet gue review di blog ini, tapi bisa dibilang ini adalah film action berjilid yang paling gue tunggu-tunggu kelanjutannya.

Masih seperti dua edisi sebelumnya, Liam di film ini berperan sebagai Bryan Mills seorang pensiunan agen CIA yang kini hidup bersama anaknya, setelah ia bercerai dengan istrinya, Lenore (Famke Janssen). Di usianya yang udah menginjak 62 tahun, Liam tetap berperan sebagai seorang 'tough guy' pada diri Bryan Mills. Berkat latar belakangnya yang mantan CIA bisa ditebak sendiri lah kemampuan bela diri dan etika bertarungnya bakal sehebat apa. Prioritas utama dalam hidup Bryan adalah keselamatan anaknya, Kim (Maggie Grace) dan mantan istrinya, Lenore, maka ketika ada orang yang mengusik salah satu atau bahkan keduanya, maka Bryan tak akan segan-segan untuk menghadapi masalah tersebut seperti pada dua edisi Taken sebelumnya.

Pada edisi ketiga ini situasi lebih pelik dihadapkan pada Bryan. Bryan yang memilih untuk hidup tenang dengan anaknya, Kim dihadapkan pada mantan istrinya yang sedang memiliki masalah dengan suami barunya, Stuart (Dougray Scott). Pada suatu sore, Lenore ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di rumah Bryan, fakta-fakta yang didapatkan kepolisian menyudutkan Bryan sebagai tersangka pembunuh mantan istrinya. Bryan pun diharuskan menuntaskan dua masalah sekaligus, menyingkap pembunuh istrinya yang sebenarnya serta menghindari kejaran polisi Los Angeles.

Mampukah bryan menghadapi ini semua? Akankah Bryan mampu membalaskan dendam terhadap pembunuh mantan istrinya? Buat kalian yang udah ngikutin Taken dari pertama, jangan terlalu berharap banyak akan cerita yang nyambung dari edisi terdahulu, karena film ini gak ada sangkut pautnya dari yang kemarin-kemarin, walau di IMDb dapet rating bagus, tapi nyatanya dari situs film lain banyak yang ngasih review miring. Tapi tonton aja dulu dah, keren kayaknya..

Tuesday, December 30, 2014

REVIEW FILM: THE EQUALIZER (2014)

Durasi: 132 menit
Skor IMDb: 7.3/10

 Salah satu film terbaik yang gue tonton tahun ini ialah The Equalizer. Mungkin sedikit sumir untuk berpendapat seperti itu. Orang-orang boleh beranggapan gue subjektif atau gimana tapi emang kalo buat orang yang hobi nonton flm action emang ini bakalan jadi film favorit tahun ini. Selain karena faktor cerita yang emang bagus, akting dari Denzel Washington emang yang bakalan jadi faktor penunjang di sini. Pemeran antagonisnya pun juga sangat meyakinkan, salut untuk Martin Csokas, walaupun gue baru nonton film dia sekali ini. Ada faktor lain yang bikin gue demen ama film satu ini, ada Chloe Grace Moretz bro, mbak cantik pujaan para remaja ini di sini berperan jadi hooker lagi, kurang nantang gimana coba.

Film ini bercertita tentang McCall (Denzel Washington), seorang pria yang di awal film bakal kita kira orang biasa. Dia hidup sendirian dan bekerja sebagai salah satu karyawan di sebuah supermarket. Rekan kerjanya di supermarket sedikit penasaran dengan masa lalu McCall karena mereka cukup takjub dengan kemampuan McCall yang baik meskipun dari segi usia ia tampak sudah tidak muda lagi. Apabila siang ia bekerja, di malam hari McCall biasa menghabiskan waktu dengan nongkrong di sebuah kafe dan membaca buku. Ia mempunyai obsesi untuk membaca 100 buku, sebuah obsesi yang merupakan warisan dari mendiang istrinya. Di kafe tersebut ia biasa bertemu dan berinteraksi dengan Teri atau Alina (Chloe Grace Moretz), seorang pramuria yang masih muda dan memiliki paras menawan (ahai).

Pada suatu malam, hal buruk terjadi pada Teri, ia harus melayani pelanggan yang sangat kasar, dan Teri pun terpaksa memukul pelanggan tersebut. Mengetahui hal tersebut, mucikarinya (Slavin) pun murka dan mencari Teri, ia lalu menyiksa Teri hingga menghasilkan luka lebam di muka dan memar yang sangat menyedihkan. McCall mengetahui fakta tersebut ketika di malam selanjutnya ia tak lagi bertemu Teri di kafe tersebut. Untuk membebaskan Teri dari cengkeraman mafia tersebut McCall pun memberanikan diri datang ke markas New York mafia Rusia tersebut. Di sana, McCall yang berusaha menyelesaikan masalah tersebut dengan damai justru mendapat perlakuan yang tidak semestinya dari para mafia itu, dengan terpaksa McCall menghabisi mafia tersebut. Mengetahui terdapat masalah di New York, organisasi mafia yang dipimpin Pushkin itu mencoba membereskan masalah ini dengan mengirim Teddy (Martin Csokas) ke New York. Dari investigasi yang dilakukan para mafia terkuaklah bahwa McCall adalah dalang kekacauan ini.

Akankah McCall mampu membawa kedamaian bagi New York? Apa sih kemampuan Teddy sehingga ia yang diutus ke New York? Saksikan film yang udah rilis dari September kemarin dengan download legal maupun ilegal, hehe. Sebenernya ceritanya bagus sih, tapi kalo dari segi logika mungkin ada banyak hal yang bisa diperdebatkan, termasuk kemampuan satu orang yang bisa mengalahkan sebuah organisasi itu dari mana logisnya? Namanya juga film,, Hollywood lagi..


Wednesday, December 24, 2014

REVIEW FILM: I SAW THE DEVIL (2010)

Durasi: 141 menit
Skor IMDb: 7.8/10

I Saw The Devil sebenernya udah rilis dari tahun 2010 lalu, tapi baru sempet gue tonton di pertengahan tahun 2014 ini karena awalnya gue kira ini film horor. Buat kaum awam yang belum tahu banyak tentang film Korea past juga bakal sepemikiran sama gue, 'dari judulnya kalo udah ada Devil-nya pasti horor nih'. Dan ternyata gue salah, ternyata film ini merupakan film thriller yang nyerempet ke gore (nyerempetnya banyak sih). Buat kalian yang udah sempet nonton Oldboy (2003) atau Lucy (2014) pasti udah familiar sama pemeran utama di film ini, dia tidak lain adalah Choi Min-sik. Di film ini, Choi Min-sik berperan sebagai Kyung-chul seorang psikopat yang bekerja sebagai sopir antarjemput anak sekolah dan lawan main dia di film ini adalah Lee Byung-hun yang berperan sebagai agen NIS, Soo-hyun.

Dari permulaan film kita sudah akan dibawa ke sebuah adegan yang sangat mendebarkan. Seorang wanita (Joo-yun) mengalami ban bocor di kondisi hujan salju yang sangat lebat (Joo-yun adalah tunangan Soo-hyun). Kyung-chul yang kebetulan lewat di dekat posisi mobil wanita itu berusaha menawarkan bantuan, ketika Joo-yun terperdaya, Kyung-chul langsung menyekap dan nantinya memutilasi Joo-yun. Soo-hyun yang kebingungan pun mencoba mencari kabar tunangannya, hingga di suatu pagi seorang anak muda menemukan potongan telinga Joo-yun dan mulai tersibak bahwa Joo-yun telah menjadi korban mutilasi.

Soo-hyun yag tidak terima dengan kematian tragis tunangannya mencoba untuk membalaskan dendam dengan mencari pelaku pembunuh istrinya. Beruntung bagi Soo-hyun, atasannya di kepolisian menyediakan informasi mengenai kemungkinan tersangka yang berjumlah empat orang. Kyung-chul termasuk ke dalam empat orang tersangka tersebut. Soo-hyun pun memulai investigasinya dan sampailah ia di rumah Kyung-chul. Di dalam rumah Kyung-chul ia menemukan perhiasan milik korban mutilasi terdahulu, dan ia juga menemukan cincin tunangan milik Joo-yun. Agar tidak kehilangan jejak Kyung-chul, Soo-hyun pun memasang penyadap pada bis antarjemput Kyung-chul.

Dapatkah Soo-hyun membalaskan dendam atas kematian Joo-yun? Perilaku sadis apalagi yang akan kita dapatkan dari film ini?  Buat kalian yang demen film-film sadis thriller, kayaknya belum afdol kalo kalian belum nonton I Saw The Devil, materpiece Korea gitu loh, jadi segera cari ya di forum-forum terdekat..

Saturday, December 20, 2014

REVIEW FILM: EXODUS: GODS AND KINGS (2014)

Durasi: 150 menit
Skor IMDb: 6.4/10

Setelah Night at the Museum, kali ini gue bakal nge-review film lain yang juga tayang sebagai pemanis liburan akhir tahun kalian. Exodus: Gods and Kings, dari judulnya udah agak kontroversial nih film, apakah isi filmnya juga? Coba baca dulu bro, sedikit demi sedikit, lumayan kan yang main Christian Bale, yang beken dengan film Batman-nya.

Film yang diambil dari kisah ternama Al-Kitab ini bercerita tentang Musa (Christian Bale) seorang pejuang dan terompah pada masa lampau. Musa dan Pangeran Rhamses (Joel Edgerton), di film ini diceritakan berjuang bersama-sama sebagai jendral pasukan Pharaoh. Meskipun Rhamses keturunan bangsawan, akan tetapi Raja Seti I (John Turturro) lebih memberi kepercayaan kepada Musa untuk mengemban misi krusial Mesir. Hal ini tentu saja menimbulkan kebencian dan rasa iri di hati Rhamses.

Di sebuah perjalanan menuju tempat Viceroy (Ben Mendelsohn), Musa bertemu budak yang menceritakan masa lalu Musa. Dia berkata bahwa Musa sesungguhnya merupakan seorang Bani Israil yang dibesarkan oleh Mesir untuk menghindari terbunuhnya Musa. Rumor tersebut merebak tak lama sesudahnya dan sampai ke kuping Rhamses yang telah dilantik sebagai Raja. Karena ketidaknyamanannya, Rhamses pun memerintahkan pengasingan Musa dari kerajaan Mesir ke padang pasir di antah berantah.

Musa mampu bangkit dan melanjutkan hidupnya sebagai seorang penggembala. Dia terlibat kembali ke perselisihan Mesir dan perbudakan terhadap Bani Israil. Ketika muncul karunia Tuhan pada Musa untuk membebaskan kaum Bani Israil, ia dihadapkan pada kenyataan pedih. Musa harus melawan raja tiran sekaligus teman masa kecilnya.

Bagaimana Musa mengatasi masalah ini? Mampukah isa membebaskan kaum Bani Israil dari penderitaan berkepanjangan? Saksikan film-nya di bioskop terdekat, udah tayang lhoo...

Tuesday, December 16, 2014

REVIEW FILM: THE HOBBIT: THE BATTLE OF THE FIVE ARMIES (2014)

Durasi: 144 menit
Skor IMDb: 8.3/10

Seperti yang kalian tahu, The Hobbit: The Battle Of The Five Armies ini adalah kelanjutan film The Hobbit sebelumnya, The Desolation of Smaug. Ane sebenernya bukan orang yang seneng nonton film-film khayal genre beginian, Lord of The Ring kagak pernah ngikutin, Percy Jackson apalagi. Tapi entah kenapa begitu nonton The Hobbit yang pertama An Unexpected Journey, ane ngerasa harus ngikutin sampe selesai kisah si makhluk mungil satu ini.

Di film ketiga sekaligus terakhir dari perjalanan Hobbit, Bilbo dan rekan-rekannya yang berhasil membebaskan tanah kelahiran mereka dari serangan Smaug tanpa disadari justru telah memicu lepasnya kekuatan maha dahsyat ke dunia. Smaug yang marah dan murka secara membabibuta melepaskan hembusan api ke arah warga Lake-town yang tidak berdaya. Di lain pihak, Thorin yang sangat terobsesi dengan harta karun hasil kemerdekaan tanah kelahirannyakhilaf dan memutuskan tali persahabatan yang selama ini terjalin antara dirinya dengan Bilbo. Para Hobbit terpaksa mengambil keputusan yang sulit lagi dramatis akibat perpecahan ini. Tidak berheni sampai di situ, ternyata rintangan terbesar datang dari Sauron. Kenyataan bahwa Sauron telah mengutus pasukan Orc menuju Lonely Mountai hanya bisa diketahui oleh Gandalf. Suasana yang semakin kelam mengharuskan Hobbit bersatu seperti semula.

Akankah Bilbo dan kawan-kawan mampu mengatasi Sauron? Mampukah mereka mengembalikan kondisi Bumi seperti semula? Jangan lewatkan film terakhir The Hobbit yang akan tayang pertengahan Desember ini,, atau besok???

Tonton dulu trailer-nya yok


Monday, December 15, 2014

UPCOMING RELEASES: GANGNAM 1970 (2015)

Expected Release: 21 Januari 2015
Cast: Lee Minho, Kim Raewon, Jung Jinyoung, Seol Hyun

Ini nih film terbaru oppa yang jadi idola banyak remaja sampe ibu-ibu yang sering mantengin K-Drama, Lee Minho. Film ini genre-nya mengingatkan kita tentang film Friend: The Great Legacy atau Man on The Edge yang keduanya berpusat tentang kelompok mafia. Di film ini Lee Minho berperan sebagai Jong Dae yang merupakan seorang yatim piatu. DIa hidup di panti asuhan bersama dengan Yong Ki (Kim Raewon). Mereka berdua hidup bersama hingga sudah berasa seperti saudara kandung. Ketika mereka pergi meninggalkan panti, mereka kesulitan mencari pekerjaan. Pada akhirnya mereka berdua bekerja serabutan dengan menjadi pemulung, memunguti sampah dan botol. Di kemudian hari Jong Dae tersangkut masalah tentang sebuah proyek pembangunan di Seoul. Dari situ ia bertemu Gil Soo (Jung Jinyoung) serta Sun Hye (Seol Hyun) dan dianggap keluarga sendiri oleh keduanya. Ternyata Gil Soo dan Sun Hye merupakan anggota suatu kelompok mafia, dan dari situlah karir Jong Dae di dunia per-mafia-an dimulai. Penasaran dengan film-nya? Nih, tonton dua trailer-nya dulu



Kabarnya film ini disiarkan di 11 negara yang telah membeli lisensi. Indonesia menjadi salah satunya, jadi para fans oppa Lee Minho silahkan ditunggu ya,,

UPCOMING RELEASES: THE TECHNICIANS AKA THE CON ARTISTS (2014)

Expected Release: 24 Desember 2014
Cast: Kim Woobin, Lee Hyunwoo, Go Changseok

Pertama kali ane ngeh sama bakal adanya film ini tuh pas nonton variety show favorit ane coy, Running Man. Nah, di episode 224 kemarin bintang tamunya tuh Kim Woobin sama Lee Hyunwoo. Biasanya kan bintang tamu Running Man dateng buat promo film apa serial baru, nah makanya ane buruan cari dah tuh, dan ketemu juga ternyata filmnya judulnya The Technicians ini. Lagi-lagi ane nonton filmnya Lee Hyunwoo yang genre action setelah sebelumnya dia pertama ane tonton di Secretly Greatly.

Film ini bercerita tentang sebuah komplotan pencuri profesional yang diminta untuk mencuri sejumlah uang yang terletak di suatu kantor di Incheon. Saking profesionalnya mereka, waktu yang diberikan oleh sang pemberi pekerjaan hanya 40 menit untuk membobol brangkas tersebut. Kim Woobin di sini berperan sebagai seorang pembobol brangkas muda yang minim pengalaman, Lee Hyunwoo berperan sebagai hacker, dan Go Changseok lah boss mereka berdua. Penasaran kan gimana film-nya, ditunggu bareng-bareng yok..

Tonton juga trailernya

Saturday, August 10, 2013

REVIEW FILM: KAHAANI (2012)

Durasi: 122 menit
Skor IMDb: 8/10

Film ini gue dapetin pas gue cari di google pake keyword 'best Bollywood movies 2012'. Dan emang kalo lu nonton film ini, predikat 'the best' tadi emang gak salah deh. Film yang dibintangi Vidya Balan ini bercerita tentang seorang wanita hamil yang datang ke Kolkata untuk menemukan suaminya yang telah 2 bulan tidak memberi kabar. Film ini banyak menerima beragama penghargaan di India, maka dari itu, film ini wajib kalian semua tonton ya, jangan gengsi mentang-mentang ni film Bollywood, oke?

Film dibuka dengan kejadian teror gas beracun yang terjadi pada sebuah kereta di Kolkata. DUa tahun berselang dari kejadian tragis tersebut, Vidya Bagchi (Vidya Balan) datang ke Kolkata dari Inggris untuk mencari suaminya Arnab Bagchi yang menghilang. Seorang polisi baik hati, Satyaki 'Rana' Sinha (Parambrata Chatterjee) datang membantu mencari lelaki misterius itu. Meskipun Vidya mngaku bahwa Arnab ke Kolkata untuk bekerja di NDC, data-data yang ada tidak menunjukkan hal tersebut.

Titik terang hadir ketika kepala HRD dari NDC mengatakan bahwa ada seseorang yang mirip Arnab di NDC dahulu, yaitu Milan Damji, akan tetapi file tentang orang tersebut tidak dengan mudah didapatkan karena banyak orang berusaha menutupinya. Semua orang yang mengungkit nama tersebut akan berakhir dengan kematian karena ada pembunuh bayaran berkeliaran untuk membersihkan kecurigaan tersebut. Vidya dan Rana berhasil mendapatkan data tentang Milan Damji dari kantor lama NDC, mereka harus berpacu dengan sang pembunuh bayaran tersebut. Keingintahuan Vidya akan seorang Milan Damji menarik kecurigaan dari dua petinggi intelijen (Intelligence Bureau) Bhaskaran dan Khan. Khan diutus ke Kolkata untuk mengurus masalah tersebut. Dari Khan lah diketahui bahwa Milan Damji ialah otak di balik teror gas beracun yang berlangsung dua tahun lalu, Milan juga adalah seorang agen IB.

Usaha Vidya dan Rana untuk menemukan Milan Damji dan mencari titik terang perihal suami Vidya terus berlanjut. Mereka menjelajah hingga ke bekas apartemen Milan dan menemukan seorang pelayan teh yang memberikan informasi berharga. Semakin jauh keterlibatan Vidya, semakin berbahaya pula bagi dirinya. Suatu hari seorang pembunuh bayaran mengikuti Vidya ke apartemen Milan. Gerakan mencurigakan mengakibatkan terjadinya kejar-kejaran antara Rana dan pembunuh bayaran tersebut. Pada lalu lintas yang ramai, pembunuh bayaran tersebut mati setelah tertabrak mobil.

Beragam informasi menunjukkan bahwa R. Sridhar, petinggi NDC, adalah orang yang sering berkunjung ke apartemen Milan. Guna mencari bukti lebih banyak, Vidya dan Rana bersekongkol dengan pegawai NDC untuk membobol komputer Sridhar. Sridhar yang sedang dalam perjalanan pulang curiga dan memutuskan kembali ke kantor. DI situlah terjadi pengejaran yang akhirnya menewaskan Sridhar.

Bagaimana akhir dari pencarian Vidya? Apakah Milan Damji adalah Arnab Bagchi? Sedikit bocoran aja, di akhir akan ada plot twisted yang akan mengagetkan anda semua, sungguh film yang patut ditonton, bukan film India kebanyakan yang hanya menjual kisah romansa dan tari-tarian. Brilliant!

Saturday, January 26, 2013

REVIEW FILM: LOOPER (2012)

Durasi: 119 menit
Skor IMDb: 7.7/10

Film Looper ini menyajikan kisah yang berbeda dari tema utama yang sering kita temui dalam film time traveller lain. Dengan dibintangi Joseph Gordon-Levitt serta Bruce Willis, bisa dibilang film ini adalah salah satu film yang brilian tetapi bagia sebagian orang mungkin agak membingungkan karena banyak adegan mundur secara tiba-tiba tanpa adanya narasi.

Looper bercerita tentang kehidupan Joe muda (Joseph Gordon-Levitt) yang hidup pada tahun 2044. Joe bekerja sebagai seorang 'Looper' pembunuh bayaran. Orang yang mereka bunuh adalah orang dari 30 tahun yang akan datang. Diceritakan pada 2044 belum ditemukan mesin waktu, akan tetapi pada 30 tahun kemudian sudah ditemukan. Pada 2074, orang yang akan dibunuh diikat dan ditaruh di mesin waktu untuk dikembalikan ke tahun 2044. Konsep yang brilian namun juga sulit untuk dijelaskan. Kehidupan seorang Looper pun hanya akan bertahan selama 30 tahun itu juga. Di tahun ke-30, mereka akan dibuang ke mesin waktu untuk dibunuh oleh diri mereka sendiri saat masih muda.

Pada suatu hari, Joe dikirimi seseorang untuk dibunuh, anehnya orang tersebut datang tanpa penutup kepala. Setelah beberapa waktu berpikir, Joe pun sadar bahwa orang itu (Bruce Willis) adalah dirinya di masa tua. Joe tua pun berkelit dan berhasil membebaskan diri. Kejadian tersebut memicu adegan aneh yang hanya bisa diwujudkan dengan konsep mesin waktu itu sendiri.

Kisah action tak berhenti begitu saja tanpa disisipi romansa, Joe muda yang melarika diri dari bosnya bersembunyi di rumah Sara (Emily Blunt) yang hidup dengan anaknya, Cid (Pierce Gagnon). Joe muda pun menetap di rumah itu untuk menyelamatkan Cid dari Joe tua yang menelusuri riwayat kehidupan sang Rainmaker, bos mafia pemburu Looper. Akankah Joe muda mampu menyelamatkan Sara dan Cid? Bagaimana masa depan akan berubah karenanya? Simak ending mengharukan dari film Looper ini.

Tuesday, January 22, 2013

UPCOMING 2013 MOVIE: A GOOD DAY TO DIE HARD

Jadwal Tayang: 14 Februari 2013
Cast: Bruce Willis, Jai Courtney, Cole Hauser

A Good Die to Die Hard adalah sekuel keempat film legendaris Bruce Willis, Die Hard. Rumor hadirnya film ini mulai berkembang sejak pemutaran Live Free or Die Hard pada 2007 lalu. Kalo kata opa Willis sendiri, film ini adalah sekuel terakhir dari Die Hard. Buat penggemar Bruce Willis tentunya film ini gak bakal ditinggalin kan ye..

Film ini masih berpusat di kehidupan seorang John McClane (Bruce Willis) kali ini ia terlibat masalah (kena masalah terus ni orang) hingga pada akhirnya ia harus pergi ke Rusia untuk membebaskan anaknya, Jack (Jai Courtney) dari penjara. Jack McClane sendiri ialah seorang agen CIA yang sedang bertugas di Moskow. Pada saat yang bersamaan dengan tertangkapnya Jack, sekelompok teroris memanfaatkan keadaan untuk memperpanjang misi senjata nuklir mereka. Ketika pasangan ayah dan anak ini menyadarinya, mereka melupakan segala perbedaan dan bersama-sama berjibaku menyelamatkna dunia.

UPCOMING 2013 MOVIE: HANSEL AND GRETEL: WITCH HUNTERS

Jadwal Tayang: 25 Januari 2013
Cast: Jeremmy Renner, Gemma Arterton, Framke Janssen

Hansel Gretel Witch Hunters ini merupakan sebuah film bergenre Adventure Horror Comedy, kira-kira pada bisa ngebayangin gak? Di film ini kita bisa melihat lagi sang jagoan yang lagi naik daun berkat Avengers dan Bourne Legacy, the one and only Jeremy Renner. Film ini bisa dibilang merupakan pengembangan dari dongeng karya Brothers Grimm, Hansel dan Gretel.

Bertahun-tahun setelah insiden dalam kisah utama Hansel dan Gretel di mana terdapat rumah permen jahe, kedua kakak beradik ini berubah menjadi seorang bounty hunter, atau bisa dibilang seorang pemburu hadiah, entah dari membunuh orang ataupun mencari harta karun. Seiring bertambahnya pengalaman, keduanya semakin mahir pada profesinya dan kian terkenal dalam hal buru-memburu orang. Meskipun masih dalam tahap menyembuhkan luka lamanya, keduanya bekerja dengan baik karena mantra dan kutukan tak mempan pada keduanya.

Walikota Augsburg menyewa keduanya untuk menyelamatkan sebuah kota yang telah dikuasai seorang penyihir, Muriel (Famke Janssen). Penyihir tersebut berencana mengorbankan semua anak-anak di kota itu untuk ritual Blood Moon dalam waktu dua hari. Situasi bertambah rumit karena terdapat seorang Sheriff yang berkuasa di Augsburg dan tak akan membiarkan keduanya mengambil alih kota.

Sunday, January 6, 2013

UPCOMING 2013 MOVIE: THE HUNGER GAMES CATCHING FIRE

Jadwal Tayang: 22 November 2013
Cast: Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, Liam Hemsworth, Elizabeth Banks

Catching Fire ini merupakan kelanjutan dari film sebelumnya, Hunger Games yang sensasional dan banyak diangap sebagai The new Twilight Saga. Masih dengan pemeran yang sama dengan film sebelumnya di antaranya Jennifer Lawrence serta Josh Hutcherson.

Catching Fire menceritakan kelanjutan kehidupan Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) setelah pulang dari kompetisi tahunan Hunger Games ke-74 yang ia dan Peeta (Josh Hutcherson) juarai. Dengan predikat juara itu berarti mereka harus meninggalkan keluarga dan teman dekatnya untuk kemudian memulai serangkaian tur ke berbagai distrik, Victory Tour, sebagai perwakilan dari penyelenggara Hunger Games. Sepanjang perjalanan itu, Katniss merasakan adanya pemberontak yang akan timbul. Di film ini, masih seperti film pertama yang banyak aksinya, kita akan temui kompetisi Hunger Games ke-75 di mana untuk memperingati Hunger Games kelipatan 25, kesemua juara di 24 kompetisi lalu akan bertarung. Mengetahui hal ini, Katniss berusaha untuk melindungi Peeta, begitu pula sebaliknya. Bagaimana kelanjutan kisah keduanya? Akankah terjadi cinta segitiga? Tunggu aja ya, bulan November datanglah..

UPCOMING 2013 MOVIE: IRON MAN 3

Jadwal tayang: 3 Mei 2013
Cast: Robert Downey Jr., Guy Pearce, Gwyneth Paltrow

Dilihat dari judulnya kayaknya udah jelas yah, ni film lanjutan dari film-film Iron Man sebelumnya. Di film ini kita masih bisa melihat penampilan dari pemeran di film Iron Man terdahulu seperti Robert Downey Jr, Gwyneth Paltrow serta Guy Pearce antara lain.

Plot film ini, Tony Stark/Iron Man dihadapkan pada dunianya yang telah luluh lantak gara-gara ulah musuhnya yang jahat. Iron Man harus menggunakan kecerdikannya untuk melindungi teman dekat dan orang-orang yang ia sayangi dari niat jahat musuhnya. Dalam perjalanan menemukan musuh yang bertanggung jawab akan kehancuran dunianya, Iron Man akan diuji keberniannya. Dia juga akan dihadapnkan pada kehidupan superhero tanpa berbagai piranti canggihnya, oleh karena itu hanya kecerdasan serta nalurilah yang akan menyelamatkan ia dan dunianya. Di tengah pertarungannya, akankah Tony Stark mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang selama ini menghantui dirinya? Apakah Iron Man hebat karena kostumnya ataukah Iron Man hebat karena orang di dalamnya? Berdoa saja jawaban pertanyaan itu akan kita temui di Iron Man 3!

Sunday, December 30, 2012

REVIEW FILM: THE EXPENDABLES 2 (2012)

Durasi: 102 menit
Skor IMDb: 7/10


The Expendables datang kembali. Seperti filmnya terdahulu, The Expendables 2 menyajikan banyak bintang film action yang bisa dibilang merupakan 'the best' di jamannya masing-masing. Dari sekian bintang film laga yang tampil, mungkin Jason Statham lah yang paling gue idolai. Tapi sayang di film ini masih ada bitang film action yang belum terrangkul, salah satunya adalah the one and only Jackie Chan. Seandainya Jackie ikut main, bukan main jadinya film ini.

Film sekuel ini diawali dengan upaya pembebasan seorang China (sepertinya jutawan) di sebuah pulau. Dengan berbagai senjata dan mobil besar, The Expendables menerobos masuk ke markas musuh dan berupaya membebaskan orang tersebut. Tanpa disangka di sana mereka bertemu dengan seorang tawanan yang juga berambisi membebaskan orang China itu, Trench (Arnold Schwarzenegger). Setelah berhasil membebaskan diri dari markas, mereka kabur dari pulau dengan menggunakan pesawat.

Sang pemimpin tim, Barney (Stallone), mendapat misi kedua dari Church (Bruce Willis) sebagai ganti atas hutang yang pernah ia buat. Misi kedua adalah mengambil sebuah data yang tersimpan dalam pesawat yang baru saja jatuh di China. Sepintas misi ini terlihat gampang, namun tidak begitu kenyataannya. Tim Barney ternyata tak sendirian mengejar data tersebut, ada gangguan dari tim Vilain (Van Damme). Setelah mengetahui isi data tersebut adalah peta letak cadangan plutonium dan untuk membalas kematian Billy (Liam Hemsworth), Barney dkk pun mengejar tim Vilain hingga ke tengah-tengah markasnya. Apakah dendam itu terbayarkan? Akankah plutonium jatuh ke orang-orang jahat? Sepertinya tidak, namanya juga film action..

REVIEW FILM: 21 JUMP STREET (2012)

Durasi: 109 menit
Skor IMDb: 7.2/10


Film action komedi ini dibintangi oleh Channing Tatum dan Jonnah Hill sebagai pemeran utamanya, namun ada pula penampilan Johnny Depp, Peter DeLuise, dan Holly Robinson para cast 21 Jump Street versi serial TV.

Film ini diawali dengan masa-masa SMA dari Hill dan Tatum, seperti biasa pasti ada cool guy serta nerd guy di film semacam ini. Setelah lulus dari SMA, ternyata keduanya dipertemukan di akademi kepolisian. Mereka berdua akhirnya menjadi teman akrab karena kelebihan dan kekurangan masing-masing. Persahabatan itu terjalin erat, bahkan saat menjadi polisi taman pun mereka berdua sebagai partner. Di situlah kekompleksitas cerita film ini mulai terbangun. Dimulai dari pertemuan dengan geng motor, dimutasi ke 21 Jump Street, menyamar sebagai anak SMA, mengungkap gembong narkoba tingkat SMA mereka selalu terlibat sebagai partner. Sebagai bumbu perpecahan, di tengah-tengah film juga ada kekecewaan Tatum akan Hill yang terlalu hanyut dalam peran. Kisah romantis juga terasa ketika Hill jatuh cinta dengan Brie Larson. Pada intinya film ini ialah tentang pengorbanan akan persahabatan.

Film ini mendapatkan rating yang bagus di berbagai media, mungkin didasarkan penilaian bagaimana film komedi melaksanakan tugasnya untuk mengocok perut para penonton. Apabila dilihat dari plot ceritanya tidak ada yang benar-benar fresh dalam film ini. Film tentang pasangan polisi, yang satu keren dan yang satu cupu sudah sering kita tonton. Mungkin kelebihannya adalah penyampaian unsur komedinya yang terlaksana dengan baik tanpa perlu adanya pemaksaan.

Saturday, December 29, 2012

REVIEW FILM: END OF WATCH (2012)

Durasi: 109 menit
Skor IMDb: 7.7/10

Salah satu film dari genre yang amat sangat saya suka, action. End Of Watch yang merupakan film Michael Pena yang-entah keberapa- telah saya tonton. Filmyang menceritakan tentang polisi melawan geng Meksiko, sebuah plot yang sering kita temui di film-film action Hollywood lain.

Taylor (Jake Gyllenhaal) dan Zavala (Michael Pena) adalah sepasang polisi LAPD dan merupakan sahabat karib. Taylor yang juga merupakan mahasiswa di bidang produksi film selalu bekerja dengan membawa kamera. Di saku Taylor serta Zavala juga dipasangi kamera, sesuatu hal yang sesungguhnya tidak begitu disukai rekan sejawatnya. Kamera itu akan ia gunakan untuk membuat film pendek tentang keseharian seorang polisi LAPD.

Pekerjaan keduanya sangat cemerlang, mereka kerap memperlihatkan aksi heroik hingga puncaknya ketika mereka menyelamatkan sebuah keluarga dalam peristiwa kebakaran. Untuk aksinya tersebut, keduanya mendapatkan medali. Kehidupan keduanya tampak adem ayem hingga pada akhirnya sebuah aksi yang di luar batas membawa mereka ke perseteruan dengan geng Meksiko. Masalah pertama datang ketika rekan kerjanya, Van Hauser dengan partnernya, dikejar-kejar salah satu anggota geng bertubuh tinggi besar. Sebuah adegan tak sedap dipandang terjadi (what a poor Van Hauser). Kesabaran geng Meksiko mencapai batasnya ketika kedua polisi tersebut membongkar sebuah rumah di mana di dalamnya terdapat narkoba dalam jumlah besar serta mayat manusia yang sudah dimutilasi (another disturbing scene). Seorang anggota geng negro sempat memberitahu kedua polisi tersebut bahwa mereka sedang diincar oleh geng Meksiko. Malam harinya, sebuah mobil menerobos lampu merah dan memancing keduanya untuk mengejar hingga ke dalam sebuah apartemen. DI situlah ketegangan dan baku tembak terjadi.

Selain aksi baku tembak dan laga penuh adrenalin, di film ini juga mengisahkan tentang cerita cinta kedua polisi tersebut. Zavala adalah seorang yang religius, ia memutuskan menikah dengan satu-satunya gadis yang pernah ia tiduri. Sedangkan Taylor tipikal seorang playboy yang tidak terlalu terburu-buru dengan suatu ikatan. Pada akhirnya ia menjatuhkan pilihannya kepada Janet (Anna Kendrick) berkat saran dan dorongan dari sahabatnya, Zavala. Hubungan Zavala dengan Gabby telah dikaruniai seorang anak, sedangkan Janet baru mengandung anak pertama ketika baku tembak itu terjadi. Siapa yang akan jadi single mother? Saksikan film penuh aksi di End Of Watch.