Tuesday, December 30, 2014

REVIEW FILM: THE EQUALIZER (2014)

Durasi: 132 menit
Skor IMDb: 7.3/10

 Salah satu film terbaik yang gue tonton tahun ini ialah The Equalizer. Mungkin sedikit sumir untuk berpendapat seperti itu. Orang-orang boleh beranggapan gue subjektif atau gimana tapi emang kalo buat orang yang hobi nonton flm action emang ini bakalan jadi film favorit tahun ini. Selain karena faktor cerita yang emang bagus, akting dari Denzel Washington emang yang bakalan jadi faktor penunjang di sini. Pemeran antagonisnya pun juga sangat meyakinkan, salut untuk Martin Csokas, walaupun gue baru nonton film dia sekali ini. Ada faktor lain yang bikin gue demen ama film satu ini, ada Chloe Grace Moretz bro, mbak cantik pujaan para remaja ini di sini berperan jadi hooker lagi, kurang nantang gimana coba.

Film ini bercertita tentang McCall (Denzel Washington), seorang pria yang di awal film bakal kita kira orang biasa. Dia hidup sendirian dan bekerja sebagai salah satu karyawan di sebuah supermarket. Rekan kerjanya di supermarket sedikit penasaran dengan masa lalu McCall karena mereka cukup takjub dengan kemampuan McCall yang baik meskipun dari segi usia ia tampak sudah tidak muda lagi. Apabila siang ia bekerja, di malam hari McCall biasa menghabiskan waktu dengan nongkrong di sebuah kafe dan membaca buku. Ia mempunyai obsesi untuk membaca 100 buku, sebuah obsesi yang merupakan warisan dari mendiang istrinya. Di kafe tersebut ia biasa bertemu dan berinteraksi dengan Teri atau Alina (Chloe Grace Moretz), seorang pramuria yang masih muda dan memiliki paras menawan (ahai).

Pada suatu malam, hal buruk terjadi pada Teri, ia harus melayani pelanggan yang sangat kasar, dan Teri pun terpaksa memukul pelanggan tersebut. Mengetahui hal tersebut, mucikarinya (Slavin) pun murka dan mencari Teri, ia lalu menyiksa Teri hingga menghasilkan luka lebam di muka dan memar yang sangat menyedihkan. McCall mengetahui fakta tersebut ketika di malam selanjutnya ia tak lagi bertemu Teri di kafe tersebut. Untuk membebaskan Teri dari cengkeraman mafia tersebut McCall pun memberanikan diri datang ke markas New York mafia Rusia tersebut. Di sana, McCall yang berusaha menyelesaikan masalah tersebut dengan damai justru mendapat perlakuan yang tidak semestinya dari para mafia itu, dengan terpaksa McCall menghabisi mafia tersebut. Mengetahui terdapat masalah di New York, organisasi mafia yang dipimpin Pushkin itu mencoba membereskan masalah ini dengan mengirim Teddy (Martin Csokas) ke New York. Dari investigasi yang dilakukan para mafia terkuaklah bahwa McCall adalah dalang kekacauan ini.

Akankah McCall mampu membawa kedamaian bagi New York? Apa sih kemampuan Teddy sehingga ia yang diutus ke New York? Saksikan film yang udah rilis dari September kemarin dengan download legal maupun ilegal, hehe. Sebenernya ceritanya bagus sih, tapi kalo dari segi logika mungkin ada banyak hal yang bisa diperdebatkan, termasuk kemampuan satu orang yang bisa mengalahkan sebuah organisasi itu dari mana logisnya? Namanya juga film,, Hollywood lagi..


Thursday, December 25, 2014

REVIEW FILM: BEGIN AGAIN (2014)

Durasi: 104 menit
Skor IMDb: 7.5/10

Sebenernya ini film udah rilis tengah tahun ini di Hollywood sono, tapi entah kenapa masalah lisensi atau bagaimana jadinya baru masuk daftar coming soon di bioskop 21 di seluruh Indonesia. Buat kalian yang udah pernah nonton film Once (2006), ini merupakan hasil karya sutradara yang sama. Deretan bintang ternama yang mejeng di film ini sepatutnya menjadi jaminan kualitas yang akan kita nikmati ketika menonton film ini. Keira Knightley, Mark Ruffalo, bahkan Adam Levine pun ikutan main di film ini.

Film ini berkisah mengenai kehidupan seorang produser rekaman, Dan (Mark Ruffalo), yang sebenarnya merupakan seseorang produser brilian akan tetapi ketidakberuntungan selalu menimpa dirinya sehingga karirnya pun terus menurun. Di film ini, ia diceritakan bekerja sebagai partner dari Saul (Mos Def), yang secara mengenaskan justru memecat Dan dari label rekaman karena kinerja Dan yang semakin memburuk. Ketidakberuntungan Dan tidak berhenti sampai di situ, istrinya (Catherine Keener) yang merupakan wartawan musik pergi meninggalkannya dan anaknya yang telah menginjak remaja, Violet (Hailee Steinfeld), pun tidak memperdulikan keadaan Dan.

Pada suatu malam Dan pergi ke kafe di sekitar New York. Di sana ia bertemu Greta (Keira Knightley), seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu asal Inggris yang mampu membius pengunjung kafe dengan suaranya. Dan pun ikut terbius dengan Greta, akan tetapi bukan karena suaranya melainkan karena lagunya yang menggambarkan kondisi Dan saat itu. Lagu yang diciptakan Greta mengisahkan mengenai putusnya hubungan dua insan karena seseorang mengkhianati.

Pada akhirnya Dan pun mencoba membantu mengorbitkan Greta dengan mengumpulkan dana rekaman. Kian lama mereka berinteraksi semakin terbongkar pula asal usul patah hati Greta. Ternyata ia baru saja mengakhiri dengan terpaksa hubungan 5 tahun dengan Dave (Adam Levine), seorang penyanyi yang baru saja naik daun.

Sebuah film drama romantis dengan bumbu musikalitas yang ciamik ditinjau dari para pemeran yang kelas wahid. Keira Knightley pun tidak kalah dengan Adam Levine, di mana suara Keira pun cukup menunjang film ini. Akan bagaimana akhir kisah Dan serta Greta? Sebuah film yang menarik tetapi akan mudah terlupakan oleh semua pemirsanya..

Wednesday, December 24, 2014

REVIEW FILM: I SAW THE DEVIL (2010)

Durasi: 141 menit
Skor IMDb: 7.8/10

I Saw The Devil sebenernya udah rilis dari tahun 2010 lalu, tapi baru sempet gue tonton di pertengahan tahun 2014 ini karena awalnya gue kira ini film horor. Buat kaum awam yang belum tahu banyak tentang film Korea past juga bakal sepemikiran sama gue, 'dari judulnya kalo udah ada Devil-nya pasti horor nih'. Dan ternyata gue salah, ternyata film ini merupakan film thriller yang nyerempet ke gore (nyerempetnya banyak sih). Buat kalian yang udah sempet nonton Oldboy (2003) atau Lucy (2014) pasti udah familiar sama pemeran utama di film ini, dia tidak lain adalah Choi Min-sik. Di film ini, Choi Min-sik berperan sebagai Kyung-chul seorang psikopat yang bekerja sebagai sopir antarjemput anak sekolah dan lawan main dia di film ini adalah Lee Byung-hun yang berperan sebagai agen NIS, Soo-hyun.

Dari permulaan film kita sudah akan dibawa ke sebuah adegan yang sangat mendebarkan. Seorang wanita (Joo-yun) mengalami ban bocor di kondisi hujan salju yang sangat lebat (Joo-yun adalah tunangan Soo-hyun). Kyung-chul yang kebetulan lewat di dekat posisi mobil wanita itu berusaha menawarkan bantuan, ketika Joo-yun terperdaya, Kyung-chul langsung menyekap dan nantinya memutilasi Joo-yun. Soo-hyun yang kebingungan pun mencoba mencari kabar tunangannya, hingga di suatu pagi seorang anak muda menemukan potongan telinga Joo-yun dan mulai tersibak bahwa Joo-yun telah menjadi korban mutilasi.

Soo-hyun yag tidak terima dengan kematian tragis tunangannya mencoba untuk membalaskan dendam dengan mencari pelaku pembunuh istrinya. Beruntung bagi Soo-hyun, atasannya di kepolisian menyediakan informasi mengenai kemungkinan tersangka yang berjumlah empat orang. Kyung-chul termasuk ke dalam empat orang tersangka tersebut. Soo-hyun pun memulai investigasinya dan sampailah ia di rumah Kyung-chul. Di dalam rumah Kyung-chul ia menemukan perhiasan milik korban mutilasi terdahulu, dan ia juga menemukan cincin tunangan milik Joo-yun. Agar tidak kehilangan jejak Kyung-chul, Soo-hyun pun memasang penyadap pada bis antarjemput Kyung-chul.

Dapatkah Soo-hyun membalaskan dendam atas kematian Joo-yun? Perilaku sadis apalagi yang akan kita dapatkan dari film ini?  Buat kalian yang demen film-film sadis thriller, kayaknya belum afdol kalo kalian belum nonton I Saw The Devil, materpiece Korea gitu loh, jadi segera cari ya di forum-forum terdekat..

Saturday, December 20, 2014

REVIEW FILM: EXODUS: GODS AND KINGS (2014)

Durasi: 150 menit
Skor IMDb: 6.4/10

Setelah Night at the Museum, kali ini gue bakal nge-review film lain yang juga tayang sebagai pemanis liburan akhir tahun kalian. Exodus: Gods and Kings, dari judulnya udah agak kontroversial nih film, apakah isi filmnya juga? Coba baca dulu bro, sedikit demi sedikit, lumayan kan yang main Christian Bale, yang beken dengan film Batman-nya.

Film yang diambil dari kisah ternama Al-Kitab ini bercerita tentang Musa (Christian Bale) seorang pejuang dan terompah pada masa lampau. Musa dan Pangeran Rhamses (Joel Edgerton), di film ini diceritakan berjuang bersama-sama sebagai jendral pasukan Pharaoh. Meskipun Rhamses keturunan bangsawan, akan tetapi Raja Seti I (John Turturro) lebih memberi kepercayaan kepada Musa untuk mengemban misi krusial Mesir. Hal ini tentu saja menimbulkan kebencian dan rasa iri di hati Rhamses.

Di sebuah perjalanan menuju tempat Viceroy (Ben Mendelsohn), Musa bertemu budak yang menceritakan masa lalu Musa. Dia berkata bahwa Musa sesungguhnya merupakan seorang Bani Israil yang dibesarkan oleh Mesir untuk menghindari terbunuhnya Musa. Rumor tersebut merebak tak lama sesudahnya dan sampai ke kuping Rhamses yang telah dilantik sebagai Raja. Karena ketidaknyamanannya, Rhamses pun memerintahkan pengasingan Musa dari kerajaan Mesir ke padang pasir di antah berantah.

Musa mampu bangkit dan melanjutkan hidupnya sebagai seorang penggembala. Dia terlibat kembali ke perselisihan Mesir dan perbudakan terhadap Bani Israil. Ketika muncul karunia Tuhan pada Musa untuk membebaskan kaum Bani Israil, ia dihadapkan pada kenyataan pedih. Musa harus melawan raja tiran sekaligus teman masa kecilnya.

Bagaimana Musa mengatasi masalah ini? Mampukah isa membebaskan kaum Bani Israil dari penderitaan berkepanjangan? Saksikan film-nya di bioskop terdekat, udah tayang lhoo...

REVIEW FILM: NIGHT AT THE MUSEUM: SECRET OF THE TOMB (2014)

Durasi: 97 menit
Skor IMDb: 6.9/10

Lima tahun berlalu semenjak edisi kedua Night at the Museum, kini hadirlah edisi ketiga film komedi keluarga ini. Masih dibintangi oleh komedian-komedian yang juga tampil di edisi sebelumnya, Ben Stiller, Owen Wilson, dan Robin Williams sebagai pusat dari segla kehebohan dan kekonyolan film ini.

Pada Secret of the Tomb, sang penjaga Museum Sejarah Amerika, Larry Daley (Ben Stiller) kini mempunyai program bertajuk 'The Night Program'. Pada pertunjukkan ini, pengunjung dibawa ke kehidupan magis dengan efek visual yang megah. Larry memanfaatkan para patung-patung hidup di musemum tersebut. Akan tetapi di suatu malam patung-patung tersebut berulah dan hampir menyebabkan bencana yang dahsyat.

Larry mencoba memecahkan problematika tersebut. Fakta yang Lary dapatkan membawanya pada suatu fakta bahwa telah terjadi kerusakan pada Golden Tablet-nya Pharaoh Akhmenrah yang selama ini mampu menghidupkan kembali patung-patung di museum tersebut. Jalan keluar satu-satunya ialah dengan meminta pertolongan ayah Akhmenrah, Merenkahre, yang sialnya dipajang di Museum London. Untuk mencapai London tentu gampang saja bagi Larry dan rekan-rekannya, akan tetapi sesampainya di sana rintangan baru pun muncul. Penjaga malam di Museum London ternyata sangat disiplin dan masalah baru muncul pula dengan hidupnya objek pameran di Museum London yang belum pernah sebelumnya terjadi.

Banyak yang harus dilakukan Larry dalam satu malam karena jika Golden Tablet tidak segera diperbaiki, keesokan harinya kemampuan magis benda ini akan hilang dan dunia pun akan kehilangan manfaatnya.

Bagaimana kelanjutan perjuangan Larry dan kawan-kawan? Akankah mereka mampu mengembalikan kemampuan Golden Tablet? Nantikan film ini mampir di bioskop terdekat anda. Yakinlah bahwa dengan dana yang lebih besar dari dua edisi terdahulu, film ini akan lebih memukau dan menggelitik anda semua, let's wait!!