Sunday, January 6, 2013

REVIEW FILM: HIGH SCHOOL (2010)

Durasi: 99 menit
Skor IMDb: 5.7/10

High School adalah sebuah film tentang kenakalan remaja SMA yang berkaitan dengan obat-obatan terlarang/narkoba. Tidak ada cast terkenal dari film ini, aktingnya pun biasa-biasa aja, kenapa gue tonton ya? Bingung juga..

Cerita diawali dengan sebuah kasus narkoba yang menimpa juara bertahan kompetisi mengeja antar-SMA di Amerika Serikat. Dari SMA yang sama dengan cewek tadi, ada juga seorang cowok dengan hasil akademik yang menjanjikan. Cowok yang bernama Henry Burke (Matt Bush) ini mengalami hidup yang sempurna sebleum bertemu dengan teman lamanya Travis Breaux (Sean Marquette). Travis dan Henry menghabiskan waktu bersama di sebuah rumah pohon dan menghisap ganja bersama. Kelanjutan pendidikan Henry di MIT pun jadi terancam ketika kepala sekolah SMA-nya akan mengadakan tes urin keesokan harinya. Henry yang tak menginginkan akhir kehidupan SMA-nya suram, menyiapkan strategi untuk membuat satu sekolah mengonsumsi ganja secara bersamaan. Mereka berdua mencuri kief (ganja kualitas wahid) dari gembong narkoba Psycho Ed (Adrien Brody) dan memasukkannya ke dalam adonan brownies. Rencana mereka tidak berjalan dengan mulus, Psycho Ed mengejar-ngejar mereka hingga ke SMA dan saingan Henry dalam meraih predikat ranking 1 paralel pun mengetahui rencana busuk keduanya. Bagaimana mereka mengakhiri SMA? Akankah keduanya Drop Out? Film ini gak sepatutnya ditonton sih, cuman ngabis-ngabisin waktu aja

Friday, January 4, 2013

REVIEW FILM: TROUBLE WITH THE CURVE (2012)

Durasi: 111 menit
Skor IMDb: 6.7/10

Trouble With The Curve bisa dibilang another one man show-nya aktor gaek Hollywood, Clint Eastwood. Bisa dibilang gue adalah orang yang agak telat jadi fansnya Clint Eastwood. Baru dua film dia yang sempet gue tonton, Gran Torino sama film ini, dan dua-duanya penuh makna sih. Emang dasranya jago kakek yang satu ini.

Di film ini, Clint Eastwood berperan sebagai seorang pemandu bakat gaek sebuah tim Baseball, Atlanta Braves. Diceritakan dalam film ini, Gus Lobel (Clint Eastwood) adalah seorang pemandu bakat handal yang mulai diragukan kualitasnya oleh petinggi di klub Atlanta Braves. Dengan kemajuan teknologi, di saat pemandu bakat lain menggunakan analisis komputer untuk menentukan pembelian pemain, Gus masih menggunakan strategi datang langsung ke pertandingan untuk mencari pemain. Riset tentang pemain pun ia lakukan dengan membaca statistik dan berita di koran-koran. Meskipun karirnya sangat brilian, tetapi kehidupan pribadi Gus cukup berantakan. Ia adalah seorang ayah yang gagal, ia memiliki selera humor yang uburuk, bukan teman ngobrol yang baik, dan perlahan penglihatannya pun mulai digerogoti usia uzurnya. Gus memiliki kebiasaan ngobrol dengan batu nisan istrinya dan menyanyikan You Are My Sunshine karena memamng ia bukan teman bicara yang baik. Gus memiliki seorang anak perempuan, Mickey (Amy Adams), seorang wanita karir.

Setelah mengetahui masalah ayahnya, Mickey memutuskan untuk menemani ayahnya mengamati target terakhir Atlanta Braves, Bo Gentry. Mickey terpaksa menduakan proyek kantorannya yang sebenarnya sangat penting baginya. Dalam perjalanan itu keduanya akan menghadapi permasalahan hidup yang pelik. Mulai dari Gus yang overprotected, Mickey yang patah hati, dan PDKT seorang pemandu bakat muda pada Mickey. Akankah perjalanan keduanya menjembatani jurang pemisah antara mereka? Bagaimana pula kelanjutan karir Gus di Atlanta Braves? Segera tonton film ini buat anda penggemar Clint Eastwood dan olahraga baseball, jangan lupa buat yang gak paham baseball diap-siap dengan istilah-istilah asing ya..

Wednesday, January 2, 2013

Technocrati Claim Token

7X5YFHTGHTB4

REVIEW FILM: FERRARI KI SAWAARI (2012)

Durasi: 140 menit
Skor IMDb: 6.6/10

Bollywood lagi, Bollywood lagi. Walaupun udah banyak film Bollywood penuh makna yang gue tonton, tapi ternyata baru dua yang gue tulis di blog ini. Film Ferrari Ki Sawaari ini bintang utamanya adalah teman dari Ranchoddas Chancad di 3 Idiots, Sharman Josi, dan ayahnya adalah Virus, Boman Irani nama aslinya. Film ini mengambil genre entah drama atau komedi yang penting ada bumbu olahraganya.

Film ini sebetulnya lebih berpusat ke karir kriket anak dari Rusy (Sharman Josi) yang bernama Kayo. Rusy adalah seorang ayah yang ingin mencontohkan hal-hal yang benar kepada anaknya. Ia sangat taat terhadap hukum (paling tidak di awal film ini), itu bisa terlihat ketika ia melanggar peraturan lalu lintas dan tak ada polisi yang menyaksikannya, ia tetap memaksa untuk ditilang. Rusy sangat peduli terhadap karir Kayo. Rusy sadar akan bakat dari Kayo sehingga ia mengusahakan apapun untuk memastikan bakat itu tak tersia-siakan. Mereka berdua hidup bersama sang kakek, Deboo (Boman Irani) yang dulu merupakan pemain kriket berbakat yang terpaksa pensiun dini karena dicurangi sahabatnya sendiri.

Di akhir dari suatu pertandingan Kayo, ada orang Inggris yang mengumumkan bahwa akan ada seleksi untuk pemain kriket berbakat yang akan disekolahkan di pusat pelatihan kriket kenamaan di dunia, Lords. Sadar gajinya sebagai pegawai di perusahaan transportasi tak akan mampu membiayai kebutuhan ke Lords, Rusy berusaha mencari pinjaman ke sana kemari. Semua usaha itu berakhir di sebuah mobil Ferrari milik seorang pemain kriket ternama di India, Sachin Tendulkar. Dengan meminjam mobil itu untuk acara pernikahan, Rusy akan mendapat 150,000 rupee. Saking berambisinya Rusy untuk menyekolahkan anaknya ke Lords, ia mengambil tanpa ijin mobil Ferrari itu dan membawanya kabur berhari-hari. Bagaimana kelanjutan karir Kayo? Apakah Rusy akan tertangkap?

Ferrari Ki Sawaari sebenarnya mengangkat tema yang cukup unik. Eksekusi filmnya pun cukup baik dari awal hingga menjelang akhir. Namun di bagian ending sang sutradara seperti terlalu rakus karena menambahkan beberapa scene yang justru membuat film ini berakhir antiklimaks. Menurut gue sih harusnya film selesai waktu sang kakek masuk rumah sakit, scene setelah itu cenderung lebay sih..

Tuesday, January 1, 2013

REVIEW FILM: A LONG VISIT (MY MOM) [2010]

Durasi: 107 menit
Skor IMDb: 7/10

Salah satu film yang udah teronggok lama di harddisk gue tapi belum juga gue tonton sampe tadi pagi. Dan setelah gue tonton, gak bisa ditinggalin ni film, kudu sampe selesai pokoknya. Seperti tipikal film Korea kebanyakan, film ini menyajikan sebuah kisah cinta yang sangat mulia, kisah cinta seorang ibu pada anaknya. Sang ibu, mukanya memelas, sang anak mukanya stunning banget dah, entah dapet keturuna dari mana tu anak.

Film drama Korea ini berkisah tentang kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. Sang ibu yang tak berpendidikan, selalu mengutamakan sang anak, Ji-Sook yang cantik, pandai, dan idaman setiap mertua pokoknya. Pada waktu Ji-Sook kecil, ibunya selalu mengutamakan Ji-Sook ketimbang adik cowoknya. Ia selalu mendapat perhatian lebih. Akan tetapi kehidupan tak sesimpel itu bagi keluarga ini. Sang ayah hanyalah seorang supir bus yang jalannya pincang. Tak tahan dengan segala olok-olok tentang kekurangannya, ayah selalu melampiaskan kemarahannya pada sang ibu. Untuk sejenak berpisah dengan keadaan rumah, Ji-Sook memutuskan sekolah SMA agak jauh dari rumah. Di saat pertemuan siswa dan orang tua itulah terlihat scene pertama yang menguras air mata. Ji-Sook tak ingin ibunya ikut pertemuan orang tua karena malu dengan penampilannya. Dari pengorbanan pertama itulah di film ini muncul pengorbanan-pengorbanan lain bagi Ji-Sook, Mulai dari ibunya yang tak ingin cerai dari ayah akrena takut Ji-Sook kerepotan merawat adik, hingga uang 10 sen yang selalu ibu simpan untuk bekal Ji-Sook di masa depan.

Semakin beranjak dewasa, Ji-Sook memutuskan untuk kuliah jauh di Seoul. Ibunya mempersiapkan segalanya untuk melepas kepergian Ji-Sook. Ia membekali Ji-Sook dengan tabungan koin 10 sen yang ia kumpulkan dari hasil tawar-menawar dengan pedagang di pasar. Di Seoul ini pula Ji-Sook menemukan tambatan hatinya. Keduanya pada akhirnya menikah meski sebenarnya orang tua suami Ji-Sook menolak. Namun berkat bujuk rayu dan permohonan maaf ibu Ji-Sook akhirnya mereka merestui. Kehisupan semakin kelam ketika ayah Ji-Sook meninggal. Ji-Sook yang awalnya tak begitu menyukai ayahnya, pada akhirnya menyadari betapa banyak jasa sang ayah bagi dirinya. Pada suatu hari, Ji-Sook pulang kampung untuk menengok ibunya sendirian. Mereka banyak menghabiskan waktu bersama di kunjungan Ji-Sook kali ini. Sang ibu mempunyai firasat buruk perihal keadaan Ji-Sook. Apakah gerangan yang terjadi pada Ji-Sook? Bagaimana ending dari film ini? Jangan lupa saksikan film drama Korea yang siap bikin kamu termehek-mehek. Satu pesan tertinggal di benak setelah menonton film ini 'be nice to her while you can, or you'll regret it'..